Disnaker Mataram Selektif Rekomendasi PMI Timur-Tengah

  • 05 Mar 2026 07:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID,Mataram- Pemerintah Kota Mataram mengkaji ulang pemberian rekomendasi pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke kawasan Timur Tengah menyusul krisis yang masih memanas di sejumlah negara tujuan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif di tengah ketidakpastian situasi keamanan, meskipun hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait penghentian pengiriman PMI.

Asisten II Setda Kota Mataram sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, H. Miftahurrahman, mengatakan pihaknya akan lebih selektif dalam menerbitkan rekomendasi baru. “Di tengah kondisi krisis saat ini, pemberian rekomendasi baru bagi PMI akan kami kaji lebih dalam sesuai perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah,” ujarnya. Kamis 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan, kewenangan penuh terkait pengawasan, kelayakan pengiriman, dan izin penempatan berada di tangan pemerintah pusat bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI). Sementara di tingkat kabupaten/kota, prosesnya masih terbatas pada seleksi administrasi dan pemberian rekomendasi awal.

“Kami terus meningkatkan koordinasi intensif dengan pemerintah provinsi dan BP3MI untuk mengetahui kondisi PMI di masing-masing negara penempatan,” katanya.

Data Dinas Tenaga Kerja mencatat, saat ini terdapat 238 PMI asal Kota Mataram yang bekerja di Timur Tengah. Rinciannya, 199 orang berada di Arab Saudi, 33 orang di Uni Emirat Arab, empat orang di Kuwait, dan dua orang di Bahrain. Meski situasi kawasan belum sepenuhnya stabil, animo masyarakat Kota Mataram untuk menjadi PMI disebut masih tergolong tinggi.

Miftahurrahman menambahkan, hingga kini belum ada laporan resmi terkait kendala yang dialami PMI asal Kota Mataram di negara penempatan. Namun demikian, ia mengimbau seluruh PMI agar meningkatkan kewaspadaan dan terus menjalin komunikasi dengan perwakilan resmi pemerintah.

“Keselamatan dan perlindungan PMI menjadi prioritas. Karena itu, kami mengambil langkah kehati-hatian sambil menunggu perkembangan situasi lebih lanjut,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....