Wagub NTB Ingatkan Sekolah di Bima Benahi Mutu Pendidikan

  • 04 Mar 2026 15:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, menegaskan peningkatan mutu pendidikan menjadi kunci utama dalam mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. Hal itu ia sampaikan saat bersilaturahmi dan berkonsolidasi dengan kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Kecamatan Sape di SMAN 1 Sape, Selasa, 3 Maret 2026.

Menurut dia, pendidikan tidak bisa lagi dipandang sebatas urusan administratif atau pembangunan fisik sekolah. Pendidikan, kata dia, adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia yang menentukan arah kemajuan daerah.

“Kualitas pendidikan anak-anak kita akan menentukan naik tidaknya IPM daerah. Karena itu, kita harus membangun mutu sekaligus karakter secara serius,” ujar Indah.

Ia menekankan peran strategis kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan di tingkat satuan pendidikan. Integritas, tata kelola profesional, serta kepemimpinan yang adaptif dinilai menjadi prasyarat untuk membangun kultur sekolah yang sehat dan berorientasi pada mutu.

Dalam pertemuan itu, dialog juga digelar bersama perwakilan siswa. Isu perundungan atau bullying mencuat sebagai perhatian. Sejumlah siswa menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Menanggapi hal itu, Wagub menegaskan sekolah harus menjadi ruang aman bagi peserta didik untuk berkembang tanpa rasa takut. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter serta pencegahan pernikahan dini agar generasi muda tetap fokus menempuh pendidikan.

Selain isu lingkungan belajar, sejumlah kepala sekolah mengusulkan penambahan ruang kelas seiring meningkatnya jumlah siswa, perbaikan sarana dan prasarana, hingga perhatian terhadap kesejahteraan guru.

Wagub mengatakan Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana-prasarana pendidikan serta kesejahteraan tenaga pengajar. Menurut dia, seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta memiliki kontribusi yang sama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat.

“Tidak ada dikotomi. Semua sekolah berperan dalam membentuk generasi NTB yang lebih baik,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....