Gubernur Temui 12 Balita yang Stunting di Desa Nggembe

  • 03 Mar 2026 15:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemantauan langsung kasus stunting di Desa Nggembe, Kabupaten Bima, Selasa, 3 Maret 2026. Kunjungan itu dipimpin Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Bima Ady Mahyudi dan Ketua TP-PKK NTB Sinta M. Iqbal.

Iqbal dan rombongan mendatangi rumah balita yang terdata sebagai sasaran penanganan stunting, termasuk anak yang tengah mengalami diare. Kunjungan tersebut, menurut Iqbal, untuk memastikan intervensi pemerintah benar-benar menyentuh keluarga penerima manfaat.

“Penanganan stunting harus kita pastikan tepat sasaran. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi anak-anak dan keluarga, agar intervensi yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Iqbal.

Di Desa Nggembe tercatat 12 anak menjadi sasaran program penanganan stunting. Dalam kunjungan itu, dua anak didatangi langsung, yakni Zakir (16 bulan) dan Jafir (12 bulan). Keduanya masuk dalam sasaran imunisasi campak melalui program Universal Child Immunization (UCI) yang dilaksanakan fasilitas layanan kesehatan setempat.

Selain pemantauan, pemerintah provinsi juga melakukan pemberian imunisasi secara simbolis kepada anak-anak PAUD Meci Angi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa.

Iqbal turut menyerahkan bantuan paket Pemberian Nutrisi Tambahan berupa biskuit dari Dinas Kesehatan NTB, serta memastikan dukungan layanan kesehatan dari puskesmas dan pusat kesehatan masyarakat setempat. Bantuan tersebut diharapkan membantu percepatan pemulihan kondisi anak sekaligus memperkuat pendampingan keluarga.

Menurut Iqbal, stunting tidak dapat ditangani secara parsial. “Penyebabnya beragam. Bukan hanya soal gizi, tetapi juga sanitasi, kondisi rumah, hingga penyakit penyerta. Karena itu pendekatannya harus komprehensif dan terintegrasi,” ujarnya.

Ia menegaskan sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi kunci percepatan penurunan angka stunting. Pemerintah, kata dia, membagi peran sesuai kewenangan masing-masing agar target penurunan stunting 2026 dapat tercapai.

Data pemerintah daerah menunjukkan angka stunting di Kabupaten Bima turun dari 26 persen menjadi 12 persen. Sementara di tingkat provinsi, prevalensi stunting di NTB kini berada pada angka 13 persen.

Pemerintah Provinsi NTB menyatakan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor mulai dari kesehatan, sanitasi, perumahan hingga dukungan sosial untuk memastikan setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....