Sekolah Kejuruan Diharapkan Mampu Menangkap Peluang Ekonomi Kreatif

  • 03 Mar 2026 07:49 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, mendorong siswa SMK Negeri 3 Kota Bima agar mampu membaca dan menangkap peluang pasar dari kreativitas yang mereka miliki. Menurutnya, potensi tersebut perlu diarahkan secara strategis agar tidak berhenti pada aspek estetika, melainkan berkembang menjadi produk bernilai ekonomi.

Hal itu disampaikan Wagub saat bersilaturahmi dengan jajaran guru dan siswa dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB, Senin, 2 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Indah meninjau berbagai karya dan inovasi siswa, mulai dari desain busana hingga aneka produk kreatif lainnya. Ia menilai, kemampuan teknis yang dimiliki siswa sudah cukup menjanjikan, namun perlu dibarengi dengan pemetaan pasar yang jelas.

“Kita melihat sendiri kreativitas anak-anak yang luar biasa. Tinggal bagaimana sekolah mampu membaca dan memetakan peluang pasarnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan kebutuhan suvenir dalam kegiatan pernikahan di Bima yang berlangsung rutin dengan volume permintaan cukup besar. Ceruk pasar itu, kata dia, bisa menjadi ruang praktik kewirausahaan bagi siswa SMK sekaligus inkubasi usaha sejak bangku sekolah.

Menurut Indah, sekolah kejuruan semestinya tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga laboratorium bisnis yang terhubung dengan kebutuhan riil masyarakat sekitar.

Selain penguatan jiwa wirausaha, Wagub juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas lulusan, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris. Kompetensi tersebut dinilai menjadi faktor pembeda bagi lulusan SMK untuk memperluas akses kerja maupun jejaring usaha.

“Penguatan bahasa menjadi penting agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam sesi dialog interaktif, Indah turut menyoroti isu kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk praktik perundungan di lingkungan sekolah. Ia meminta siswa tidak ragu melapor jika mengalami atau menyaksikan kekerasan.

Menurut dia, setiap bentuk kekerasan harus ditangani secara tegas dan sistematis agar sekolah tetap menjadi ruang aman bagi peserta didik.

Sejumlah siswa menyampaikan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai langkah pencegahan, seperti penguatan peran organisasi kesiswaan, sosialisasi rutin, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi.

Wagub mengapresiasi inisiatif tersebut dan berharap lingkungan sekolah tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan inklusif. Ia juga mengingatkan agar penggunaan gawai di kalangan pelajar diarahkan pada aktivitas produktif, seperti pengembangan desain digital dan inovasi kreatif yang dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang ekonomi.

Bagi Indah, kreativitas siswa bukan sekadar potensi, melainkan modal sosial dan ekonomi yang perlu dikelola dengan visi jangka panjang.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....