Pemkot Mataram Intensif Pantau PMI Mataram di TimurTengah

  • 02 Mar 2026 20:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram meningkatkan koordinasi lintas instansi untuk memantau keselamatan 238 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah itu yang berada di kawasan Timur Tengah, menyusul eskalasi konflik militer terbuka antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Guna memastikan kondisi dan keamanan para PMI tetap terpantau di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Teluk.

Asisten II Setda Kota Mataram sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tenaga Kerja, Miftahurrahman, menyebutkan mayoritas PMI asal Mataram terkonsentrasi di Arab Saudi sebanyak 199 orang, disusul 33 orang di Uni Emirat Arab, empat orang di Kuwait, dan dua orang di Bahrain.

“Kami terus berkoordinasi dengan BP3MI dan pemerintah provinsi untuk memastikan kondisi warga kami di sana tetap aman,” ujarnya Senin 2 Maret 2026.

Kekhawatiran meningkat setelah muncul laporan serangan balasan Iran yang menyasar sejumlah aset strategis di kawasan Teluk, termasuk fasilitas umum di Abu Dhabi dan Dubai serta pangkalan militer di Bahrain. Meski demikian, Pemkot Mataram mengaku belum menerima laporan detail terkait kondisi kesehatan maupun keamanan masing-masing PMI.

“Sejauh ini belum ada laporan insiden yang menimpa PMI asal Mataram, namun langkah preventif terus kami lakukan secara intensif,” katanya.

Menurut Miftahurrahman, koordinasi dilakukan untuk memastikan data “by name by address” setiap PMI akurat, sehingga memudahkan proses evakuasi apabila situasi memburuk. Pihaknya juga mengimbau keluarga PMI di Mataram agar tetap tenang namun waspada serta segera melapor jika kehilangan kontak dengan anggota keluarga di luar negeri.

“Kami ingin semua pihak tetap siaga tanpa menimbulkan kepanikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada WNI, termasuk PMI, agar tetap tenang, memantau informasi resmi, melakukan lapor diri, serta menyimpan dokumen penting dalam bentuk fisik dan digital. WNI juga diminta menunda perjalanan tidak mendesak dan menghubungi maskapai untuk memastikan jadwal penerbangan.

“KBRI terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi lanjutan jika diperlukan,” pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....