Pelaku Pariwisata Senggigi Waspadai Dampak Konflik Timur tengah
- 02 Mar 2026 20:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai menjadi perhatian serius pelaku usaha pariwisata di kawasan Senggigi, Nusa Tenggara Barat, meskipun hingga kini dampaknya belum terasa signifikan terhadap tingkat hunian hotel.
Pelaku Pariwisata Sekaligus General Manager Holiday Resort Lombok, I Ketut Murta Jaya Kusuma, mengungkapkan sejauh ini hanya terdapat satu pembatalan reservasi dari wisatawan yang direncanakan berlibur pada Maret mendatang.
“Sampai saat ini belum ada dampak besar, baru satu reservasi saja yang mengajukan pembatalan,” ujar Ketut saat dikonfirmasi RRI, Senin, 2 Maret 2026.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa ancaman konflik global tidak bisa dianggap remeh, terutama bagi sektor pariwisata yang sangat sensitif terhadap stabilitas geopolitik dunia.
“Kami tetap harus menyiapkan contingency plan karena situasi global ini sangat berpengaruh terhadap industri pariwisata,” katanya.
Menurutnya, wisatawan dari Eropa menjadi segmen yang paling rentan terdampak karena mayoritas menggunakan jalur penerbangan jarak jauh dengan transit di Doha, Qatar.
“Market yang menggunakan rute tersebut pasti terdampak dan ini harus kami cermati dengan langkah yang konkret,” ucapnya.
Sebagai strategi menjaga okupansi hotel di tengah ketidakpastian, pihaknya mulai mengalihkan fokus ke pasar yang dinilai lebih stabil seperti Australia, Asia Tenggara, serta sebagian wilayah China dan India. Selain itu, pasar domestik juga dinilai memiliki potensi besar untuk terus digarap.
“Kalau konflik hanya terbatas di Timur Tengah, kami masih punya peluang besar di pasar regional dan domestik. Yang penting kami cepat beradaptasi seperti saat masa pemulihan pasca-Covid-19,” ujarnya menambahkan.
Meski demikian, Ketut mengakui tingginya harga tiket pesawat masih menjadi hambatan utama bagi pergerakan wisatawan domestik. Ia menilai perlu adanya tata kelola harga tiket yang lebih baik agar destinasi seperti Lombok dan Labuan Bajo mampu bersaing dengan destinasi luar negeri.
“Promosi sudah terus dilakukan, tetapi harga tiket masih menjadi kendala besar. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah jika ada langkah konkret untuk mencari solusi, karena potensi pariwisata NTB ini sangat besar,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....