Lombok Timur Targetkan Pertahankan Prestasi TPID dan TP2DD pada 2026
- 02 Mar 2026 19:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, menegaskan pentingnya mempertahankan capaian prestasi daerah yang telah diraih sebelumnya, yakni penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kategori kabupaten/kota berprestasi di wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Selain itu, Lombok Timur juga berhasil menyabet predikat Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) sebagai kabupaten terbaik di kawasan yang sama pada 2025.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati dalam High Level Meeting Sosialisasi Evaluasi Kinerja 2025 yang dirangkaikan dengan sosialisasi championship TP2DD, Senin, 2 Maret 2026. Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut harus dijaga melalui penyamaan persepsi antara output dan outcome dalam setiap program perangkat daerah.
“Kita tidak boleh hanya bangga dengan penghargaan. Yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan capaian itu melalui kerja nyata dan terukur,” jelasnya.
Menurutnya, pencapaian kinerja tidak cukup bersifat administratif, melainkan harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta melengkapi data pendukung secara komprehensif agar indikator keberhasilan benar-benar terukur dan berorientasi pada hasil.
“Samakan persepsi antara output dan outcome. Lengkapi data secara detail supaya capaian kita jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Bupati juga mengakui bahwa mempertahankan prestasi TP2DD pada 2026 bukan perkara mudah. Tantangan diperkirakan muncul akibat tekanan inflasi komoditas pangan, khususnya cabai, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas harga daerah.
“Inflasi, terutama dari komoditas cabai, menjadi tantangan serius. Ini harus kita antisipasi bersama agar tidak mengganggu stabilitas daerah,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia menekankan perlunya penguatan regulasi, komitmen seluruh kepala daerah, serta sinergi yang lebih intensif dengan Bank Indonesia dan sektor perbankan lainnya. “Kita butuh komitmen kuat, regulasi yang jelas, dan sinergi intensif dengan Bank Indonesia serta perbankan agar prestasi ini bisa kita pertahankan,” imbuhnya.
Di sektor digitalisasi, Pemkab Lombok Timur terus mendorong peningkatan transaksi digital melalui optimalisasi kanal pembayaran elektronik, integrasi sistem pembayaran berbasis non-tunai, serta peningkatan interaksi digital dengan pelaku UMKM. Transformasi digital tersebut diharapkan dimulai dari tingkat desa dengan peran aktif kepala desa dalam mengimplementasikan sistem pembayaran non-tunai hingga mencapai 100 persen transaksi elektronik di lingkungan pemerintah daerah.
“Digitalisasi harus dimulai dari desa. Target kita jelas, transaksi pemerintah daerah harus menuju 100 persen non-tunai,” pungkas Bupati.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur optimistis mampu menjaga stabilitas inflasi. Ini sekaligus mempertahankan posisi sebagai daerah berprestasi dalam pengendalian inflasi dan digitalisasi di kawasan timur Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....