BI NTB dan Pemda KLU Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi lewat Panen Cabai
- 28 Feb 2026 21:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan 1447 Hijriah terus diperkuat. Salah satunya melalui kegiatan panen cabai rawit di Desa Akar Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu 28 Februari, yang melibatkan pemerintah daerah bersama Bank Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hario K. Pamungkas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, S.Pt., yang mewakili Bupati Lombok Utara, serta unsur pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Panen cabai rawit ini menjadi bagian dari penguatan sinergi pengendalian inflasi pangan pada periode Ramadhan, di mana permintaan bahan pokok cenderung meningkat signifikan. Cabai rawit sendiri termasuk salah satu komoditas hortikultura yang kerap memberikan andil besar terhadap inflasi di NTB.
Hario K. Pamungkas dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada periode hari besar keagamaan, tekanan harga cabai sering terjadi akibat lonjakan permintaan yang tidak sepenuhnya diimbangi keseragaman waktu panen antarwilayah.
"Karena itu, kesinambungan produksi dan kelancaran distribusi dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, penguatan sektor produksi di tingkat petani merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gejolak harga. Selain menjaga pasokan di dalam daerah, produksi yang stabil juga membuka peluang distribusi ke wilayah lain di NTB yang mengalami tekanan harga.
Panen kali ini dilakukan di lahan seluas 5,5 hektare dari total 40 hektare yang dikelola, antara lain oleh Kelompok Tani Beriuk Geger.
"Kelompok yang berdiri sejak tahun 2000 tersebut beranggotakan 41 orang petani dan mencatat produktivitas rata-rata 2 hingga 3 ton per hektare," katanya.
Dengan dukungan kelembagaan yang telah disahkan oleh dinas terkait serta sistem pengelolaan yang terstruktur, Poktan Beriuk Geger dinilai konsisten mendukung ketahanan pangan daerah dan menjadi salah satu sentra produksi cabai unggulan di Lombok Utara.
Dalam kesempatan itu, Bank Indonesia juga menyerahkan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian secara simbolis kepada Poktan Beriuk Geger. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas komoditas hortikultura, khususnya cabai rawit, sekaligus memperkuat kapasitas petani menghadapi fluktuasi permintaan musiman.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor hortikultura melalui penyaluran bibit dan benih unggul, pendampingan teknis, serta penguatan sarana produksi. Langkah tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendukung agenda ketahanan pangan nasional dan stabilitas inflasi daerah.
Hasil panen dari Poktan Beriuk Geger diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Lombok Utara selama Ramadhan, sekaligus menopang pasokan ke daerah lain di NTB apabila dibutuhkan.
Ke depan, koordinasi pengendalian harga melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait lainnya. Skema pemenuhan pasokan dari luar daerah juga disiapkan sebagai langkah antisipatif guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan volatilitas harga dapat dikendalikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....