Momentum Ramadan, DPRD KLU Tekankan Pentingnya Kendali Harga Pangan

  • 28 Feb 2026 16:11 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Momentum bulan suci Ramadan, potensi lonjakan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Lombok Utara (KLU). DPRD setempat meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD KLU, Ardianto, menegaskan bahwa pengendalian harga kebutuhan pokok tidak boleh dipandang sebagai agenda rutin tahunan semata. Menurutnya, stabilitas harga merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketahanan ekonomi daerah, khususnya di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadhan.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lombok Utara agar tidak bersikap pasif dan lebih proaktif dalam melakukan pengawasan di lapangan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diminta meningkatkan intensitas pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok.

“Saya minta Pemda KLU benar-benar aktif menjaga stabilitas perekonomian daerah, khususnya dalam mengantisipasi fluktuasi harga bahan pokok selama Ramadan. Jangan sampai masyarakat terbebani karena kenaikan harga yang tidak terkendali,” ujar Ardianto, Sabtu 28 Februari 2026.

Sebagai anggota Komisi I DPRD KLU, ia menekankan pentingnya peran Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta instansi teknis lainnya untuk turun langsung ke pasar tradisional maupun distributor. Pengawasan tersebut dinilai penting guna memastikan harga tetap dalam batas wajar dan distribusi berjalan lancar.

Menurut Ardianto, Ramadhan hampir selalu diiringi peningkatan permintaan sejumlah komoditas pangan. Beras, gula, minyak goreng, telur, daging ayam, cabai, hingga bumbu dapur menjadi komoditas yang paling rentan mengalami kenaikan harga akibat lonjakan konsumsi.

Ia mencontohkan harga cabai rawit yang sempat menembus angka lebih dari Rp100 ribu per kilogram. Kondisi tersebut, katanya, harus menjadi perhatian serius karena berpotensi kembali terjadi jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Sekarang saja harga cabai rawit meroket. Kalau tidak ada langkah pengendalian, bisa saja harganya terus merangkak naik,” katanya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah memperkuat koordinasi lintas instansi serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman. Langkah intervensi seperti operasi pasar, penguatan distribusi, maupun pemantauan intensif terhadap distributor dinilai sebagai strategi efektif untuk meredam gejolak harga.

Ardianto menegaskan bahwa stabilitas harga bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga menyangkut kenyamanan dan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan harus menjadi momen yang khusyuk dan menenangkan bagi masyarakat, bukan malah dipenuhi kekhawatiran soal harga kebutuhan pokok,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....