Lima Hari Pencarian, Jasad Balita Asal Selong Ditemukan di Pulau Moyo

  • 28 Feb 2026 15:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Lima hari pencarian intensif akhirnya mencapai garis akhir. Operasi SAR terhadap M. Azril Filah Busairi (4), balita asal Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur, resmi ditutup pada Sabtu 28 Februari 2026, setelah jasad korban ditemukan di pesisir Pantai Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.

Korban sebelumnya dilaporkan hanyut terseret arus drainase di depan SDN 1 Selong pada Selasa (24/02). Insiden itu memicu respons cepat tim SAR gabungan yang langsung bergerak melakukan penyisiran dari muara Sungai Selong hingga ke perairan terbuka.

Titik terang pencarian muncul pada Jumat (27/02) sekitar pukul 14.00 WITA. Warga Pulau Moyo menemukan jasad balita tersangkut di akar bakau dengan ciri mengenakan kaos biru. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar 60 Nautical Mile dari muara sungai tempat korban pertama kali dilaporkan hanyut.

Setelah menerima laporan, Tim SAR Gabungan segera melakukan verifikasi. Pihak keluarga yang dihadirkan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Azril. Proses identifikasi diperkuat melalui prosedur medis sebelum jenazah resmi diserahkan kepada keluarga.

Sabtu pagi (28/02), Tim SAR Gabungan bersama Tim Inafis Polres Sumbawa mendampingi keluarga menuju lokasi penemuan di Pulau Moyo. Proses evakuasi berlangsung dengan pengamanan ketat dan koordinasi lintas instansi. Jenazah kemudian dibawa ke rumah sakit di Sumbawa untuk pemeriksaan akhir sebelum diserahterimakan sekitar pukul 12.00 WITA.

M. Darwis, Koordinator Pos SAR Kayangan yang mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, menyampaikan duka mendalam sekaligus memastikan bahwa operasi resmi dihentikan.

“Kami mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan di Pulau Moyo adalah korban yang hanyut di Selong. Jarak penemuan memang cukup jauh, sekitar 60 NM dari muara sungai. Dengan ditemukannya korban dan diserahterimakan kepada pihak keluarga, maka Operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup,” ujarnya.

Operasi ini melibatkan unsur Pos SAR Kayangan, Pos SAR Sumbawa, Polres Sumbawa, Polres Selong, Unit SAR Lombok Timur, Damkarmat Lotim, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Selong, Kompi 3 Yon B Brimob Polda NTB, BPBD, hingga warga Desa Sebotok yang aktif membantu proses pencarian dan evakuasi.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam operasi yang berlangsung selama lima hari tersebut. Meski berakhir duka, kerja sama solid antarinstansi dan masyarakat menunjukkan respons cepat dan koordinasi yang terstruktur dalam penanganan kondisi darurat di wilayah Nusa Tenggara Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....