Bawaslu Lombok Utara Perkuat Sinergi lewat Program Ngabuburit Pengawasan
- 28 Feb 2026 12:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara memperkuat sinergi internal dan eksternal melalui program “Ngabuburit Pengawasan” sebagai strategi menjaga ritme pengawasan partisipatif di bulan Ramadan. Program ini dirancang untuk mengonsolidasikan seluruh jajaran, mulai dari pimpinan hingga staf sekretariat, sekaligus membangun kolaborasi lebih erat dengan masyarakat dan pemangku kepentingan daerah dalam menyongsong tahapan demokrasi.
Ketua Bawaslu KLU, Deni Hartawan, menyatakan bahwa Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pengawasan. Sebaliknya, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi dan membangun pendekatan yang lebih humanis.
“Demokrasi tidak boleh beristirahat, bahkan di bulan suci sekalipun. Melalui Ngabuburit Pengawasan, kita ingin menghadirkan pengawasan yang lebih dialogis, hangat, dan inklusif, tanpa mengurangi substansi dan ketegasan,” ujarnya dalam kegiatan yang digelar di Tanjung, Rabu 25 Februari 2026.
Menurutnya, pengawasan pemilu ke depan tidak hanya bertumpu pada mekanisme formal, tetapi juga membutuhkan partisipasi publik yang aktif. Karena itu, sinergi antara jajaran internal dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan setiap tahapan demokrasi berjalan transparan dan akuntabel.
Koordinator Sekretariat Bawaslu Lombok Utara, I Putu Windrawan, memaparkan sejumlah agenda strategis yang akan dijalankan selama Ramadan. Fokus kegiatan mencakup penguatan teknis pengawasan, pendokumentasian praktik terbaik dalam bentuk video edukatif, serta optimalisasi keterbukaan informasi publik melalui Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Ia menegaskan bahwa penguatan sistem dokumentasi dan publikasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Melalui konten edukatif, masyarakat diharapkan lebih memahami mekanisme pengawasan serta peran yang dapat mereka ambil dalam mengawal proses demokrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Suliadi menekankan pentingnya konsolidasi internal sebagai fondasi sinergi kelembagaan. Mengutip arahan anggota Bawaslu RI, Totok Hariyanto, ia menyebut bahwa tanggung jawab menjaga marwah demokrasi bukan hanya berada di pundak pimpinan, melainkan menjadi kewajiban kolektif seluruh unsur di Bawaslu.
“Konsolidasi demokrasi adalah kerja bersama. Tidak hanya pimpinan, tetapi staf juga harus mengambil peran aktif dalam memastikan kualitas pengawasan tetap terjaga,” tegasnya.
Program “Ngabuburit Pengawasan” direncanakan berlangsung rutin tiga kali dalam sepekan dengan sasaran yang fleksibel. Kegiatan tidak hanya menyasar lembaga formal, tetapi juga komunitas pemuda dan kelompok sebaya melalui diskusi santai yang tetap substansial.
Selain itu, koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dijadwalkan akan dioptimalkan kembali pasca-Lebaran sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor.
Melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan kolaboratif, Bawaslu Lombok Utara berharap mampu menjaga konsistensi pengawasan sekaligus memperluas jangkauan literasi politik kepada masyarakat, sehingga demokrasi di daerah tetap berjalan berkualitas, partisipatif, dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....