Safari Ramadan di Lotim, Gubernur Dorong Ekonomi Produktif, Pendidikan Inklusif

  • 28 Feb 2026 10:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur – Peran strategis Kabupaten Lombok Timur dalam menentukan arah pembangunan Nusa Tenggara Barat kembali ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Dengan jumlah penduduk hampir 1,5 juta jiwa atau sekitar seperempat dari total populasi NTB yang mencapai 5,7 juta jiwa, Lombok Timur dinilai menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan pendidikan inklusif di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat Safari Ramadan di Masjid Al-Muttaqin, Suralaga, Jumat 27 Februari 2026. Ia menekankan bahwa kemajuan Lombok Timur akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah dan provinsi secara keseluruhan.

Menurutnya, Lombok Timur memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari kawasan pegunungan hingga wilayah pesisir, dengan potensi besar di sektor pertanian dan perikanan. Dalam empat hingga lima tahun ke depan, pemerintah provinsi berkomitmen mengembangkan potensi tersebut secara terarah dan berkelanjutan.

“Jika sebagian besar masyarakat Lombok Timur produktif dan kuat secara ekonomi, maka pendapatan daerah dan provinsi juga akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan menjadi prioritas sejak awal masa pembangunan. Salah satu capaian penting adalah perbaikan ruas jalan strategis yang selama 11 tahun tidak tersentuh dan akhirnya direalisasikan pada 2025. Infrastruktur yang memadai disebut sebagai fondasi utama dalam mengoptimalkan potensi ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Penguatan sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Lombok Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah lembaga pendidikan terbanyak di NTB. Pemerintah terus mendorong pembangunan sekolah, termasuk sekolah keagamaan dan vokasi, sebagai upaya mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing.

Selain itu, pemerintah provinsi mengembangkan program Kampung Nelayan untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Kampung Nelayan pertama yang telah berjalan berada di Ekas, Lombok Timur. Ke depan, pemerintah berencana mengusulkan hingga 40 kampung nelayan baru dengan porsi signifikan di wilayah Lombok Timur.

Gubernur Iqbal juga menyoroti perkembangan program Sekolah Rakyat yang kini berjalan di Lombok Timur, Lombok Barat, dan Sumbawa. Meski masih bersifat sementara, program tersebut dinilai membawa perubahan nyata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin dan kategori kemiskinan ekstrem.

Di Lombok Timur, Sekolah Rakyat menampung anak-anak yang sebagian belum pernah mengenyam pendidikan formal. Setelah mengikuti proses pembelajaran, terjadi perubahan signifikan dalam sikap, semangat, serta kepercayaan diri mereka.

Ia menegaskan bahwa pendekatan pendidikan yang tepat mampu mengubah masa depan anak-anak. Ke depan, penguatan tidak hanya dilakukan pada aspek kurikulum, tetapi juga pada teknik dan metode pembelajaran yang lebih humanis dan berbasis karakter.

Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi serta kabupaten/kota saat ini tengah menata sistem pendidikan yang lebih inklusif. Program rehabilitasi dan digitalisasi sekolah, termasuk penyaluran Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tidak lagi membedakan sekolah negeri dan swasta selama memenuhi persyaratan administrasi dan aktif menyelenggarakan pendidikan.

Pengembangan konten lokal juga menjadi perhatian penting. Konten pembelajaran berbasis karakter dan budaya daerah dinilai mampu memperkuat identitas sekaligus menyesuaikan proses belajar dengan realitas sosial masyarakat setempat.

Saat ini, pemerintah juga tengah menyusun Dewan Pendidikan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendidikan di tingkat provinsi. Dengan dukungan pemerintah pusat, koordinasi lintas daerah yang solid, serta potensi besar yang dimiliki Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB optimistis mampu mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, serta jajaran kepala OPD Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....