Hujan Tidak Merata, Ancam Komoditi Jagung
- 27 Feb 2026 12:17 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Hujan yang turun tidak merata di wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, saat puncak musim penghujan tahun ini mengancam kondisi lahan pertanian jagung.
Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami kekeringan, terutama di Kecamatan Kilo dan Kecamatan Kempo.
Akibat curah hujan yang minim di dua kecamatan tersebut, para petani mulai diliputi kekhawatiran. Selain ancaman gagal panen, mereka juga cemas tidak mampu melunasi utang modal tanam kepada tengkulak.
Suwaidin, petani asal Kecamatan Kilo, mengaku musim tanam tahun ini sepenuhnya bergantung pada pinjaman modal dari tengkulak. Modal tersebut digunakan untuk membeli benih, pupuk, hingga biaya pengolahan lahan.
“Untuk tanam jagung tahun ini saya pinjam ke tengkulak. Harapannya nanti jagung dijual kembali ke mereka dengan harga standar, lalu sisa setelah potong utang bisa untuk biaya produksi dan sedikit keuntungan,” katanya, Jum’at 27 Febriari 2026.
Namun, kondisi cuaca yang tidak menentu membuatnya waswas. Jika gagal panen, ia terancam tidak hanya kehilangan hasil, tetapi juga terbebani utang.
Suwaidin bersama sejumlah petani lainnya mengaku tidak memiliki akses ke perbankan. Pasalnya, lahan yang mereka garap merupakan lahan tegalan tanpa alas hak resmi, sehingga tidak memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit usaha rakyat atau pembiayaan formal lainnya.
Sementara itu, data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu mencatat sebanyak 2.893 hektare lahan jagung di Kabupaten Dompu mengalami puso atau mati akibat kekurangan air. Rinciannya, 575 hektare berada di Kecamatan Kempo dan 2.318 hektare di Kecamatan Kilo.
Angka tersebut belum termasuk lahan jagung yang ditanam di kawasan hutan dan perbukitan. Rata-rata tanaman jagung gagal tumbuh optimal, bahkan sebagian besar mati karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.
Sejak awal musim tanam, Dinas Pertanian sebenarnya telah mengimbau petani memanfaatkan bantuan pompa air yang diberikan pemerintah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Namun, keterbatasan sumber air di beberapa lokasi membuat upaya tersebut belum sepenuhnya efektif.
Tercatat, pada tahun 2025 hingga Februari 2026, total luas tanam jagung di Kabupaten Dompu mencapai 47.082 hektare. Panen raya komoditas andalan daerah tersebut diperkirakan berlangsung pada pertengahan Maret 2026.
Dengan kondisi cuaca yang belum menentu, para petani kini berharap hujan segera turun merata agar sisa tanaman jagung yang masih bertahan dapat tumbuh maksimal dan menyelamatkan musim panen tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....