Perang Melawan Stunting Tak Hanya Soal Gizi, Pola Asuh Jadi Penentu Utama
- 27 Feb 2026 07:58 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Upaya percepatan penurunan stunting terus digencarkan di berbagai daerah. Di Lombok Barat, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) mengambil peran strategis dengan mendampingi langsung masyarakat melalui Posyandu dan edukasi keluarga.
Ketua TP-PKK Lombok Barat, Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, menegaskan pihaknya mendukung penuh program pemerintah daerah dalam penanganan stunting, salah satunya melalui pemberian susu Pangan Keperluan Medis Khusus (PKMK) kepada anak-anak yang terindikasi mengalami gangguan pertumbuhan.
“Ini kan kita mendukung penuh program dari Pemda Lombok Barat yang memberikan bantuan susu PKMK,” ujar Ayu Indra Rukmana Zaini saat ditemui RRI dalam kunjungannya di Puskesmas Gerung, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurutnya, bantuan gizi tidak akan berdampak maksimal tanpa dibarengi perubahan perilaku di tingkat keluarga. Oleh karena itu, kader PKK di Posyandu aktif memberikan pemahaman menyeluruh kepada orang tua.
“Dari PKK di Posyandu, kita memberikan edukasi berupa pemahaman pola asuh, pola makan, dan pola kebersihan. Ini sangat berpengaruh terhadap anak-anak yang mengalami stunting,” katanya.
Ia mengingatkan, bantuan pemerintah bisa menjadi sia-sia apabila pola hidup sehat tidak diterapkan secara konsisten di rumah.
“Jangan sampai sudah diberikan susu PKMK, tetapi pola asuh masih kurang, pola makan tidak dijaga, dan pola hidup bersih juga kurang,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ayu Indra menjelaskan bahwa stunting bukan persoalan tunggal. Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari asupan gizi hingga kondisi bawaan.
“Stunting ini banyak kategorinya, tidak hanya soal gizi. Ada juga faktor bawaan, genetik, dan keturunan,” jelasnya.
Karena itu, PKK memposisikan diri sebagai mitra aktif pemerintah dalam memastikan program penurunan stunting berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Kami di PKK berperan membantu penuh agar stunting ini benar-benar bisa turun. Bantuan dari Pemda Lombok Barat jangan sampai sia-sia,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, TP-PKK Lombok Barat menggerakkan hampir lima ribu kader yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Setiap kunjungan Posyandu dimanfaatkan sebagai ruang edukasi langsung kepada masyarakat.
| Baca juga: Mataram Kejar Stunting di Bawah 5 Persen |
“Setiap kami turun ke Posyandu, kami selalu memberikan edukasi tentang pola asuh yang baik,” ujarnya.
Tak hanya itu, PKK juga menjalankan program berkelanjutan seperti gerakan menanam sayuran di pekarangan rumah untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Kita sudah programkan gerakan menanam sayuran di pekarangan rumah. Ini bukan hanya untuk masyarakat umum, tapi juga kita dorong di sekolah-sekolah,” katanya.
Melalui pembagian peran di setiap kelompok kerja (Pokja), PKK memastikan intervensi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan perkawinan usia dini, pendidikan, penyediaan menu PMT, hingga penguatan kapasitas kader Posyandu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....