MBG Bermasalah, Disdik Mataram Usul SPPG Dievaluasi
- 27 Feb 2026 04:51 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul temuan makanan tidak layak konsumsi di sejumlah sekolah selama Ramadan 1447 Hijriah. Evaluasi ini dinilai mendesak untuk melindungi kesehatan peserta didik sebagai penerima manfaat utama program tersebut.
Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir kelalaian berulang dalam penyediaan makanan bagi siswa. Menurutnya jika memang ada SPPG yang sudah berulang kali membuat kesalahan seperti itu harussegera di evaluasi bahkan bisa ditutup.
"Kami sebagai penerima manfaat berhak mengusulkan itu jika penyaluran makanan tidak sesuai dan membahayakan kesehatan siswa,” jelasnya, menyikapi temuan MBG bermasalah di sejumlah sekolah, Jumat 27 Februari 2026.
Temuan tersebut antara lain puding basi di SDN 2 Cakranegara, kurma rusak dan berulat di SMPN 2 Mataram, serta apel busuk di SDN 34 Ampenan. Kondisi ini memicu kekhawatiran orang tua dan pihak sekolah, mengingat program MBG sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa, terutama di bulan puasa.
Disdik menilai persoalan teknis penyaluran dan kualitas makanan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyedia, dalam hal ini SPPG, dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Yusuf menjelaskan, pihaknya tidak memiliki garis koordinasi langsung karena SPPG mendistribusikan makanan langsung ke sekolah.
“Tugas kami hanya menyediakan data jumlah siswa dan sekolah mana saja yang menjadi sasaran penyaluran,” ujarnya.
Meski demikian, Disdik mengimbau seluruh kepala satuan pendidikan di Kota Mataram agar proaktif melaporkan setiap kejanggalan kualitas makanan. Ia mengakui, laporan resmi yang masuk masih minim dan kerap terlambat.Ke depan, koordinasi lintas instansi akan diperkuat agar program MBG benar-benar memberi manfaat tanpa mengorbankan kesehatan siswa.
“Sering kali, kami terlambat menerima laporan adanya MBG bermasalah. Termasuk temuan di SDN 2 dan SMPN 2 Mataram,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....