Cuaca Ekstrem Beberapa Hari di Lombok Timur, Ini Dampaknya
- 26 Feb 2026 21:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lombok Timur dalam empat hari terakhir mengakibatkan sedikitnya sejumlah kejadian bencana alam yang tersebar di sejumlah kecamatan. Peristiwa tersebut meliputi banjir luapan, pohon tumbang, tanah longsor, hingga kejadian yang membahayakan keselamatan manusia.
Kepala Bidang Pasca Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Timur, Jayari, menjelaskan berdasarkan pendataan sementara terdapat tujuh kejadian banjir luapan.
“Berdasarkan data sementara, ada tujuh kejadian banjir luapan yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujar Jayari.
Ia merinci, lokasi terdampak banjir luapan masing-masing berada di Orong Bukal Desa Sepapan Kecamatan Jerowaru, Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru, Desa Kuang Rundun Kecamatan Jerowaru, Bintang Oros Desa Selebung Kecamatan Keruak, Lendang Bedurik Kecamatan Selong, serta Desa Menceh Kecamatan Sakra Timur. Kondisi saat ini terdapat daerah kembali normal dan ada yang masih tergenang.
Selain banjir, BPBD juga mencatat tiga kejadian pohon tumbang yang terjadi di Desa Gereneng Kecamatan Sakra Timur, Kelurahan Pancor Kecamatan Selong, dan Desa Sakra Kecamatan Sakra.
“Kami juga menerima laporan tiga kejadian pohon tumbang di Sakra Timur, Selong, dan Sakra akibat angin kencang yang menyertai hujan deras,” jelasnya.
Sementara itu, satu kejadian tanah longsor dilaporkan terjadi di Sembalun yang dipicu intensitas hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Saat ini kondisinya kembali normal.
Tidak hanya itu, seorang balita berusia tiga tahun dilaporkan hanyut di selokan di wilayah Selong dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
“Untuk korban balita yang hanyut, saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Kami terus berkoordinasi di lapangan,” ungkap Jayari.
Ia menambahkan, jumlah kepala keluarga terdampak akibat banjir luapan masih dalam proses pendataan. Begitu pula dengan total kerugian material yang masih dalam tahap asesmen untuk memastikan besaran dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem tersebut.
“Data jumlah kepala keluarga terdampak dan kerugian material masih kami lakukan pendataan dan asesmen,” katanya.
BPBD Lombok Timur terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan aparat desa, TNI-Polri, dan para relawan. Hal ini guna mempercepat penanganan dampak bencana serta memastikan keselamatan warga terdampak.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....