Bhayangkari Lombok Utara Panen 750 Liter Eco Enzym

  • 23 Feb 2026 09:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan mendorong praktik pertanian ramah lingkungan terus digencarkan Bhayangkari Cabang Lombok Utara. Organisasi istri anggota Polri tersebut berhasil memanen 750 liter eco enzym konsentrat hasil pengolahan limbah organik rumah tangga selama tiga bulan terakhir.

Kegiatan panen digelar di Gedung Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Sabtu 21 Februari 2026, dipimpin langsung Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta. Produksi eco enzym ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengolahan Limbah Organik yang diinisiasi Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Julianti Sigit Prabowo.

Ny. Heny menjelaskan, di Lombok Utara sebanyak 150 anggota Bhayangkari terlibat aktif dalam proses produksi. Mereka mengolah limbah organik rumah tangga menjadi 750 biang eco enzym yang kemudian difermentasi selama tiga bulan hingga menghasilkan 750 liter konsentrat.

“Setelah difermentasi selama tiga bulan, kini berkembang menjadi 750 liter eco enzym. Jika dilakukan pengenceran, jumlah tersebut setara dengan 750 ribu liter pupuk organik cair yang siap dimanfaatkan,” ujarnya.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari aksi serentak nasional pada 28 November 2025 yang mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam pembuatan eco enzym terbanyak, melibatkan sekitar 59.800 anggota Bhayangkari di seluruh Indonesia.

Menurut Ny. Heny, program ini tidak sekadar menyasar pengurangan limbah rumah tangga, tetapi juga diarahkan untuk mendukung produktivitas pertanian lokal. Eco enzym yang dihasilkan akan didistribusikan kepada kelompok tani di setiap desa melalui program Gowes Kamtibmas yang diinisiasi Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K.

Distribusi tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan kesuburan tanah, menekan biaya produksi, serta mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain sebagai pupuk organik cair, eco enzym juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami dan pengurai limbah.

Langkah ini dinilai sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ny. Heny menambahkan, Bhayangkari berkomitmen menjadikan pengolahan limbah organik sebagai gerakan berkelanjutan berbasis keluarga dan komunitas. Dengan melibatkan anggota secara aktif di tingkat rumah tangga, program ini diharapkan memberikan dampak simultan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin eco enzym benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan menjadi kebiasaan baru dalam mengelola limbah serta mendukung pertanian yang lebih sehat,” pungkasnya.

Gerakan eco enzym Bhayangkari Lombok Utara menjadi contoh konkret kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat kepolisian dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....