Stok Aman, Masyarakat Diimbau Belanja Bijak
- 23 Feb 2026 08:43 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Perdagangan (Disdag) mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying selama bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026. Imbauan itu disampaikan menyusul kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional, terutama cabai rawit yang kini menembus Rp170.000 per kilogram.
Kepala Disdag Kota Mataram, Irwan Harimansyah, menegaskan bahwa ketersediaan bahan pokok sebenarnya masih aman dan terjaga.
“Masyarakat hendaknya belanja sesuai kebutuhan dan tidak panik dengan membeli secara berlebihan. Kenaikan harga yang terjadi saat ini masih bersifat fluktuatif,” ujarnya Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, lonjakan harga cabai rawit dipicu tingginya permintaan yang tidak diimbangi pasokan di dalam Kota Mataram. Stok cabai tersedia di daerah penyangga seperti Lombok Barat dan Lombok Timur, namun distribusinya belum optimal.
| Baca juga: Stok Beras Bulog NTB Aman hingga Tahun Depan |
"kami berencana mendatangkan pasokan tambahan dari daerah penghasil di luar NTB, termasuk dari Bali dan Jawa., katanya.
Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Daging sapi kini berada di kisaran Rp145.000–Rp150.000 per kilogram dari harga normal Rp125.000–Rp135.000. Daging ayam naik menjadi Rp42.000–Rp44.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras meningkat dari Rp58.000 menjadi Rp60.000 per tray. Sementara itu, harga cabai merah besar dan keriting relatif stabil di angka Rp30.000 per kilogram.
Untuk menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani masyarakat, Disdag Kota Mataram memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi, Bulog, Bank Indonesia, distributor, serta Satgas Pangan.
"Kita dari Pemerintah juga sudah menyiapkan pasar rakyat, pasar murah, dan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah intervensi agar harga dan pasokan kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadan," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....