Tinjau Banjir Obel-Obel, Iqbal Perintahkan Mitigasi Menyeluruh
- 21 Feb 2026 18:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung lokasi banjir di Desa Obel-Obel, Kabupaten Lombok Timur, Jumat, 20 Februari 2026. Dalam kunjungan itu, ia didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTB, Badan Amil Zakat Nasional Provinsi NTB, serta Dinas Sosial.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus menilai langsung proses pemulihan pascabencana. Dari hasil peninjauan lapangan, pemerintah daerah mengidentifikasi sedimentasi lumpur dan batuan di alur sungai sebagai salah satu penyebab utama banjir.
Pendangkalan yang cukup parah membuat elevasi dasar sungai hampir sejajar dengan lahan permukiman, sehingga ketika debit air meningkat, luapan cepat masuk ke rumah warga.
Iqbal mengatakan penanganan tidak boleh berhenti pada respons darurat. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, akan mendorong langkah mitigasi komprehensif, termasuk normalisasi sungai melalui pengerukan sedimen.
Material hasil pengerukan direncanakan dimanfaatkan untuk meninggikan tanggul di sisi kanan dan kiri sungai guna mengurangi risiko luapan saat hujan deras.
“Tidak bisa hanya reaktif setiap kali banjir datang. Harus ada langkah yang terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain memastikan langkah teknis, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik tanggap darurat berupa paket sembako dan makanan ringan untuk anak-anak. Bantuan tersebut disalurkan melalui BPBD, Baznas, dan Dinas Sosial sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.
Iqbal juga meninjau dampak banjir terhadap aktivitas ekonomi warga. Di Dusun Batumpak, ia menyerahkan bantuan perbaikan tempat pengolahan tempe yang rusak serta dukungan modal pembelian kedelai. Bantuan itu diharapkan mempercepat pemulihan usaha kecil yang sempat terhenti akibat genangan.
Di lokasi yang sama, gubernur menerima laporan warga Desa Madayin mengenai sumbatan aliran sungai akibat pohon tumbang yang tersangkut di jembatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah banjir bila hujan kembali turun.
Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Provinsi NTB segera menerjunkan tim untuk membersihkan material kayu dan sampah menggunakan gergaji mesin agar aliran air kembali lancar.
Menurut Iqbal, banjir di Obel-Obel memiliki pola berulang hampir setiap tahun. Karena itu, ia meminta BPBD dan organisasi perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk merumuskan solusi jangka menengah dan panjang, termasuk penataan kawasan hulu.
“Mitigasi harus dimulai dari hulu sampai hilir. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten menjadi kunci agar pencegahan lebih optimal,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTB berharap penanganan lintas sektor dapat menekan risiko banjir di wilayah tersebut, sekaligus memastikan perlindungan dan pemulihan ekonomi masyarakat berjalan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....