Fluktuasi Harga Bapok tak Hentikan Laju Pendapatan Hotel

  • 21 Feb 2026 17:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Fluktuasi harga kebutuhan operasional dan bahan pokok dapur yang terjadi belakangan ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja industri perhotelan, selama manajemen telah melakukan perencanaan anggaran secara matang dan terukur.

General Manager Merumatta, Fahrurrozi, menegaskan dinamika kenaikan harga merupakan kondisi yang sudah lama diantisipasi oleh pihak hotel melalui sistem penganggaran tahunan.

“Kalau fluktuasi harga, saya rasa di hotel dampaknya tidak terlalu besar, karena itu sudah kita antisipasi dalam budgeting. Ada kenaikan sekian persen, itu sudah kita perhitungkan dari awal,” ujar Fahrurrozi saat ditemui RRI, Kamis 19 Februari 2026.

Menurut Fahrurrozi, tantangan terbesar bagi industri hotel justru bukan terletak pada naik-turunnya harga pasar, melainkan kebijakan efisiensi yang berpotensi membatasi ruang gerak hotel dalam mengejar target pendapatan.

“Yang ditakutkan hotel itu bukan fluktuasi harga, tapi efisiensi seperti yang kemarin terjadi. Di situlah momoknya, jangan sampai efisiensi ini membatasi kita mencari pendapatan sesuai target,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa perubahan harga merupakan fenomena wajar yang terjadi hampir setiap hari di pasar. Karena itu, manajemen hotel tidak menjadikannya sebagai persoalan utama.

“Fluktuasi itu wajar, bukan cuma setiap tahun, bahkan setiap hari kalau kita survei ke market pasti naik turun. Tapi itu bukan masalah utama di hotel,” ucapnya.

Fahrurrozi menegaskan bahwa setiap potensi kenaikan biaya operasional selalu diimbangi dengan penyesuaian target pendapatan agar tetap seimbang.

“Expenses itu tidak mungkin statis setiap tahun. Kita antisipasi, tahun depan pasti ada kenaikan harga, jadi expense kita naikkan. Tapi target pendapatan juga harus naik. Itu harus balance,” katanya.

Ia menekankan bahwa ketidakseimbangan antara biaya dan target pendapatan dapat berdampak serius terhadap kinerja usaha.

“Jangan sampai expense naik tapi target pendapatan tidak naik. Itu namanya pecok. Tapi dengan langkah-langkah yang kita lakukan, itu bisa tertutupi,” ujarnya.

Selain perencanaan anggaran, hotel juga menerapkan efisiensi operasional yang bersifat teknis tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada tamu.

“Kita juga punya program efisiensi internal. Contohnya sederhana, seperti lampu taman. Biasanya dinyalakan jam setengah tujuh malam, tapi kalau cuaca masih terang, bisa kita undurkan jadi jam tujuh,” ucapnya.

Menurutnya, penghematan kecil yang dilakukan secara konsisten justru memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi energi.

“Setengah jam saja efek efisiensinya luar biasa,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....