Bale Adat Bersejarah di Bayan Ludes Dilalap Api
- 20 Feb 2026 15:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara – Bangunan adat bersejarah Bale Beleq Timuk Orong di Dusun Bayan Timur, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, hangus terbakar pada Kamis 19 Februari 2026, sekitar pukul 13.00 WITA. Kobaran api yang cepat membesar juga merembet dan menghanguskan satu unit rumah warga di sekitar lokasi.
Peristiwa itu bermula saat R. Kertamono (68), Penghulu Adat Timuk Orong, melihat kepulan asap disertai api muncul dari bagian atap bale adat saat dirinya berada di area berugak kampu. Ia segera berteriak meminta pertolongan dan memberi tahu warga sekitar.
Warga yang berada di lokasi langsung bergerak cepat melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan seadanya. Namun, tiupan angin yang cukup kencang ke arah timur membuat api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Dalam waktu singkat, kobaran api merembet ke rumah milik Raden Saparwadi (50) yang berada di sebelah selatan bangunan adat tersebut.
Sekitar pukul 14.00 WITA, tim pemadam kebakaran Kecamatan Bayan tiba di lokasi kejadian. Akses jalan yang sempit sempat menjadi kendala bagi mobil pemadam untuk menjangkau titik api. Meski demikian, petugas tetap berupaya maksimal melakukan pemadaman dibantu warga setempat dan personel Polsek Bayan.
Upaya bersama itu akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.00 WITA, api berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah hampir dua jam proses pemadaman berlangsung.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Ciptanaya, S.H., M.I.Kom., memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Kami bersama warga dan petugas pemadam kebakaran bergerak cepat melakukan pemadaman dan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memintai keterangan sejumlah saksi, serta melakukan langkah penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Akibat peristiwa tersebut, kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta untuk bangunan Bale Beleq Timuk Orong beserta isinya. Sementara itu, rumah milik Raden Saparwadi ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp350 juta.
Kebakaran ini menjadi pukulan berat bagi masyarakat adat Bayan, mengingat Bale Beleq Timuk Orong merupakan salah satu simbol budaya dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat setempat. Meski demikian, peristiwa tersebut juga memperlihatkan kuatnya solidaritas dan semangat gotong royong warga yang bersama aparat sigap menghadapi musibah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....