Prevalensi Stunting Mataram Turun tanpa Kasus Baru
- 18 Feb 2026 16:14 WIB
- Mataram
RRI. CO. ID, Mataram - Upaya pencegahan dari hulu yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Mataram mulai menunjukkan hasil. Per Januari 2026, prevalensi stunting di Kota Mataram tercatat 5,53 persen, tanpa penambahan kasus baru. Data tersebut dirilis sebagai bagian dari evaluasi awal tahun terhadap program percepatan penurunan stunting di ibu kota Provinsi NTB itu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald, menegaskan capaian tersebut telah diverifikasi secara berjenjang. Ia membantah isu adanya lonjakan kasus maupun ketidaksinkronan data dengan pemerintah provinsi.
| Baca juga: Satpol PP Perkuat Patroli Malam di Udayana |
“Kami sudah konfirmasi ke provinsi dan seluruh kepala puskesmas. Hasilnya tetap sama, tren kita positif di angka 5,53 persen,” ujarnya, Rabu 18 Februari 2026.
Menurut Emirald, validitas data dijamin melalui sistem pemantauan digital terintegrasi di seluruh puskesmas. Setiap laporan tidak hanya bersifat administratif, tetapi dikonfirmasi langsung oleh petugas lapangan dan programmer di fasilitas layanan kesehatan.
“Kami tidak akan merilis data kalau belum benar-benar valid. Kalau ada kasus baru, pasti saya yang pertama tahu karena wajib dilaporkan,” jelasnya.
Saat ini, tercatat 1.204 balita masih berada dalam kategori stunting. Pemerintah memfokuskan intervensi pada anak-anak tersebut melalui pendampingan gizi, pemantauan tumbuh kembang, serta perbaikan pola asuh dan asupan makanan. Targetnya, angka prevalensi terus menurun secara bertahap tanpa muncul kasus baru.
Strategi pencegahan diperkuat sejak masa kehamilan melalui penyediaan layanan USG gratis di seluruh puskesmas untuk memantau kondisi janin secara berkala. Pendekatan ini dinilai krusial untuk mendeteksi risiko sejak dini.
“Kita perketat pengawasan dari kehamilan agar bayi lahir sehat dan tidak masuk kategori stunting. Fokus kami sekarang memastikan 1.204 anak itu keluar dari status stunting,” kata Emirald.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....