Hilal Tak Terlihat, Rukyatul Hilal Desa Teniga KLU Berujung Istikmal
- 17 Feb 2026 19:00 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemantauan hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lombok Utara belum membuahkan hasil. Hilal dipastikan tidak terlihat saat rukyatul hilal yang digelar di Pos Observasi Bulan Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Selasa, 17 Februari 2026.
Lokasi ini menjadi salah satu dari 96 titik pemantauan hilal yang ditetapkan secara nasional. Kabupaten Lombok Utara dipercaya sebagai titik strategis karena memiliki kondisi geografis yang mendukung, terutama visibilitas ufuk barat yang relatif terbuka dan minim gangguan.
Pemantauan hilal di Desa Teniga melibatkan tim gabungan dari BMKG Mataram dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB. Untuk memastikan keakuratan data, personel disebar di dua lokasi berbeda di Pulau Lombok, dengan pendekatan observasi visual dan perhitungan astronomis.
Berdasarkan hasil observasi ahli rukyatul hilal dari lembaga hisab rukyat Kanwil Kemenag NTB, Doktor Arino Bemi Sado, posisi hilal saat pemantauan masih berada di bawah ufuk. Umur hilal tercatat minus 1,5 jam dengan ketinggian sekitar minus 1 derajat.
Dengan kondisi tersebut, hilal dipastikan belum memungkinkan untuk terlihat, baik secara kasat mata maupun menggunakan alat optik. Meski demikian, pemantauan tetap dilaksanakan secara menyeluruh sebagai bagian dari tanggung jawab ilmiah dan keagamaan dalam proses penentuan awal Ramadan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, Zamroni Aziz, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir langsung menyaksikan proses rukyatul hilal di Desa Teniga. Ia menyebut, ini merupakan kali pertama kegiatan rukyatul hilal di lokasi tersebut dipadati warga.
Dari hasil sidang isbat tingkat daerah yang digelar di Pos Observasi Bulan Desa Teniga, rukyatul hilal dinyatakan istikmal karena hilal tidak terlihat. Hasil tersebut selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat sebagai data pendukung dalam sidang isbat nasional.
Sementara itu, pemantauan hilal akan dilanjutkan di lokasi kedua, yakni di Pantai Loang Baloq, Kota Mataram, yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, mulai pukul 17.00 WITA.
Untuk hari kedua pemantauan, BMKG memprediksi umur hilal telah mencapai sekitar 22 jam. Dengan posisi tersebut, hilal diperkirakan sudah berada cukup tinggi di atas ufuk dan telah melampaui kriteria MABIMS, yaitu kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Dengan ketinggian dan elongasi yang memenuhi syarat, peluang hilal terlihat pada pemantauan hari kedua dinilai sangat besar. Kondisi ini menjadikan observasi di Pantai Loang Baloq sebagai salah satu penentu kuat dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Keputusan resmi terkait awal Ramadan akan diumumkan pemerintah setelah sidang isbat nasional selesai dan menjadi pedoman bagi umat Islam di seluruh Indonesia dalam memulai ibadah puasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....