Gaya Baru Bupati Lobar Uji Nyali OPD Publik

  • 17 Feb 2026 19:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Langkah awal pemerintahan yang terbuka dan tanpa sekat ditunjukkan Lalu Ahmad Zaini dengan memimpin langsung Coffee Morning perdana tahun 2026 bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Jayengrane, Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis, 12 Februari 2026, dan menjadi ruang dialog strategis yang sarat arah kebijakan.

Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Akhmad Saikhu, serta jajaran asisten daerah, suasana pertemuan berlangsung santai namun penuh ketegasan. Bukan sekadar agenda seremonial, forum ini dimanfaatkan Bupati untuk membedah secara langsung kesiapan, arah, dan keselarasan program kerja OPD agar benar-benar berdampak bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati menyoroti pola kerja birokrasi yang dinilai masih terjebak pada rutinitas koordinasi panjang, namun tidak selalu berbanding lurus dengan capaian target.

“Saya tidak ingin koordinasi hanya menghabiskan waktu tanpa kontribusi nyata terhadap target. Setiap OPD harus punya konsep jelas, mulai dari visi, indikator kinerja utama, sampai solusi konkret atas kendala di lapangan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya keberanian berpikir adaptif dalam menetapkan skala prioritas. Menurutnya, pembagian prioritas program tidak boleh bersifat kaku dan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat serta keterkaitan antarprogram.

“Kalau program yang berada di prioritas ketiga justru menjadi kunci keberhasilan program unggulan lain, maka itu bisa kita dorong menjadi prioritas utama. Fokus kita adalah hasil, bukan sekadar urutan di atas kertas,” ucapnya.

Melalui pendekatan dialog terbuka ini, Bupati berharap komunikasi lintas OPD semakin cair dan tidak terjebak pada sekat sektoral. Ia menekankan bahwa sinergi dan kejelasan arah menjadi kunci agar anggaran daerah benar-benar efektif dan tepat sasaran.

Diskusi kemudian mengerucut pada isu strategis tahun 2026, di antaranya rencana rehabilitasi infrastruktur dan penguatan kualitas pelayanan publik yang dinilai mendesak. Pertemuan pun ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga ritme evaluasi dan bedah program secara berkelanjutan.

“Saya ingin forum seperti ini menjadi budaya kerja, agar setiap kebijakan yang kita ambil benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat Lombok Barat,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....