PAM Giri Menang Mataram Sesuaikan Kenaikan Tarif Demi Perluas Jaringan

  • 17 Feb 2026 14:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – PT Air Minum (PAM) Giri Menang Mataram resmi mengumumkan penyesuaian tarif air minum yang mulai diberlakukan menjelang bulan suci Ramadan. Meski ada kenaikan, manajemen menjamin stabilitas pasokan energi air selama 24 jam penuh guna memastikan ibadah masyarakat tidak terganggu oleh persoalan teknis.

Direktur Utama PAM Giri Menang, Sudirman, menjelaskan penyesuaian ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat perbaikan infrastruktur yang selama ini sering dikeluhkan pelanggan. Ia menekankan untuk masyarakat miskin atau golongan rendah tidak mengalami kenaikan atau penyesuaian.

“Rata-rata kenaikan untuk rumah tangga itu delapan setengah persen. Saudara-saudara kita yang biasa bayar Rp.50.000, sekarang menjadi Rp.54.250,” ucap sudirman saat ditemui RRI usai sosialisasi di Aula Kantor PAM Giri Menang, Senin 16 Februari 2026.

Menghadapi lonjakan pemakaian saat sahur dan berbuka, PAM Giri Menang memastikan seluruh perangkat produksi bekerja 100 persen. Tidak hanya soal teknis, manajemen juga telah mengatur jadwal piket tim reaksi cepat untuk menangani aduan masyarakat.

“Kesiagaan kami tetap dua puluh empat jam. Pelayanan call center, WA center, dan lain-lain itu tetap siaga. Tenaga kami piketkan agar setiap aduan selesai sebelum dua puluh empat jam,” katanya meyakinkan publik.

Ia juga meminta kerja sama masyarakat untuk melaporkan jika melihat indikasi kebocoran pipa di lapangan. Menurutnya, air yang keluar dari tanah tanpa sumber jelas harus segera diperiksa agar tidak merugikan tekanan air ke konsumen lain.

“Jangan didiamkan. Laporkan ke kami, kami akan cek siapa tahu itu kebocoran dari pipa kami. Kebocoran tidak hanya merugikan secara volume, tapi juga mengurangi tekanan debit air ke konsumen,” ujarnya.

Sudirman menegaskan kenaikan tarif ini bukan semata-mata untuk memburu profit perusahaan. Hasil dari penyesuaian ini akan dialokasikan langsung untuk pengembangan jaringan distribusi, terutama bagi warga yang selama ini belum terakses layanan air bersih.

Hal ini berkaitan erat dengan indikator kemiskinan non-finansial. Dengan akses air bersih yang lebih luas, diharapkan kualitas kesehatan dan pendidikan masyarakat meningkat, yang pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi daerah.

"Harapan kita dengan penyesuaian tarif ini, kami bisa mengembangkan jaringan sehingga outcome-nya adalah mengurangi kemiskinan ekstrem," katanya menambahkan.

Selain pelayanan publik, kenaikan ini diproyeksikan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sudirman berharap, dengan setoran PAD yang lebih besar, pemerintah daerah juga bisa meningkatkan penyertaan modal untuk percepatan pembangunan jaringan air yang merata.

“Harapan kita tentu dengan penyesuaian tarif ini kami bisa memberikan PAD yang lebih besar. Harapan kita penyertaan modalnya juga lebih besar untuk sama-sama kita menyelesaikan masalah, itu ada korelasinya,” ucapnya mengakhiri penjelasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....