Cuaca Ekstrem, Pemkot Perkuat Sistem Siaga Bencana
- 15 Feb 2026 12:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram memperkuat sistem kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga akhir Maret 2026. Seluruh personel kebencanaan diperintahkan tetap siaga dan meningkatkan pemantauan di titik-titik rawan, terutama di kawasan pesisir dan daerah aliran sungai (DAS).
Langkah ini diambil menyusul peringatan dari BMKG Zainuddin Abdul Madjid yang menyebutkan puncak curah hujan dan potensi angin kencang masih berpeluang terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
| Baca juga: Suasana Cuaca Weekend Cerah Berawan |
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki, mengatakan penguatan pengawasan difokuskan pada wilayah pesisir Ampenan dan Sekarbela yang rawan gelombang pasang, abrasi, serta banjir rob. Selain itu, pemantauan intensif juga dilakukan di kawasan DAS untuk mengantisipasi luapan air saat hujan deras mengguyur.
“Kami telah menginstruksikan seluruh personel untuk tetap siaga dan meningkatkan patroli di titik rawan, agar respons bisa lebih cepat ketika terjadi kondisi darurat,” ujarnya Minggu, 15 Februari 2026.
| Baca juga: Bima-Dompu Secara Umum Cuaca Cerah Berawan |
Sebagai bagian dari strategi mitigasi, posko utama kebencanaan tetap beroperasi di Kantor BPBD Kota Mataram, Jalan Lingkar Selatan. Posko siaga juga diaktifkan di 50 kelurahan serta di Pendopo Wali Kota Mataram. Namun, posko di wilayah pesisir kini dibongkar dan koordinasi dialihkan ke kantor lurah setempat untuk efektivitas penanganan.
“Koordinasi berbasis kelurahan dinilai lebih cepat dan tepat sasaran dalam merespons laporan warga,” kata Muzaki.
Memasuki masa peralihan musim dengan cuaca yang cenderung tidak menentu, BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan potensi bahaya di lingkungannya.
“Meski intensitas hujan tidak selalu setinggi sebelumnya, potensi hujan lebat disertai angin kencang masih harus diwaspadai. Pemerintah memastikan seluruh perangkat kebencanaan tetap siaga untuk meminimalkan dampak,” jelas Muzaki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....