Dekranasda NTB Resmikan Ruang Konveksi Lapas Lombok Barat

  • 13 Feb 2026 22:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Ketua Dekranasda Provinsi NTB Sinta M. Iqbal meresmikan Ruang Pelatihan Konveksi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat, Jumat, 13 Februari 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari penguatan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Ruang konveksi tersebut disiapkan untuk meningkatkan keterampilan menjahit dan produksi garmen, sekaligus mendorong kualitas produk kreatif yang dihasilkan WBP. Program ini ditujukan sebagai bekal kompetensi produktif ketika para warga binaan kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda NTB, Sinta M. Iqbal, mengapresiasi fasilitas pembinaan yang dinilainya tertata rapi dan representatif. “Saya tidak menyangka galerinya sebaik ini, sebagus ini, dan se-well organized ini. Artinya lapas ini benar-benar memperhatikan teman-teman yang ada di sini supaya ke depannya menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Sinta menegaskan peran pemerintah melalui Dekranasda untuk mendorong peningkatan keterampilan WBP agar memiliki masa depan ekonomi yang lebih baik. “Kami ingin teman-teman semua setelah selesai dari sini bangkit perekonomiannya, kehidupannya menjadi lebih baik, supaya ke depannya tidak lagi terulang hal-hal yang tidak kita harapkan,” katanya.

Ia juga menyatakan kesiapan Dekranasda NTB menjalin kolaborasi, mulai dari penguatan pelatihan dan pendampingan hingga pengembangan produk dan pemasaran. “Kami siap bekerja sama. Minimal kami bisa membantu menyebarluaskan, dan jika ada kegiatan-kegiatan, bisa melibatkan teman-teman yang ada di sini,” ujar Sinta.

Menurut Sinta, kualitas produk kerajinan WBP bahkan melampaui ekspektasi. “Cukli-cukli di sini lebih bagus daripada yang di Pendopo. Ini lebih keren karena teman-teman di sini fokus. Selain memberi harapan, kita juga bisa meningkatkan kualitas kerajinan NTB,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan NTB, Anak Agung Gde Krisna, menjelaskan ruang konveksi tersebut saat ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan internal lapas di NTB. Ke depan, kata dia, peluang pengembangan terbuka melalui kolaborasi dengan Dekranasda.

“Target awalnya pemenuhan kebutuhan internal. Mudah-mudahan bisa berkembang dengan dukungan Dekranasda, termasuk pengembangan kegiatan lain seperti cukli, batik, dan sebagainya,” kata Krisna.

Ia menambahkan, Lapas Lombok Barat saat ini dihuni sekitar 1.800 WBP. Program pembinaan kreatif seperti konveksi diharapkan menjadi ruang perubahan agar warga binaan memperoleh kesempatan kedua yang lebih baik.

"Harapannya setelah keluar, mereka tidak melakukan kejahatan lagi karena sudah diberikan bekal. Mereka juga mendapat premi dari hasil kerja yang bisa menjadi pegangan saat kembali ke keluarga,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....