Lantik Pengurus LPTQ dan IC, Iqbal Targetkan Qari NTB Mendunia

  • 14 Feb 2026 21:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal melantik Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Provinsi NTB (LPTQ) dan Dewan Pengelola Islamic Center Provinsi NTB periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Ballroom Bank NTB Syariah, Mataram, Sabtu, 14 Februari 2026.

Pelantikan ini merujuk pada Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.172 Tahun 2026 tentang Pengurus LPTQ Provinsi NTB Periode 2026–2031 serta Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.173 Tahun 2026 tentang Pembentukan Dewan Pengelola Islamic Center Provinsi NTB Periode 2026–2031.

Dalam sambutannya, Iqbal menegaskan LPTQ dan Islamic Center harus menjadi “rumah bersama” bagi seluruh elemen masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menyebut komposisi kepengurusan telah melalui konsultasi dengan berbagai tokoh dan unsur organisasi kemasyarakatan agar merepresentasikan keberagaman umat.

“Saya ingin LPTQ maupun Islamic Center ini benar-benar menjadi milik kita bersama, mencerminkan seluruh kelompok dan golongan di NTB,” kata Iqbal.

Ia mengaku resah dengan capaian prestasi tilawah NTB yang dinilainya belum optimal. Iqbal mengenang masa ketika daerah ini dikenal sebagai “pabrik qori terbaik” di Indonesia. Karena itu, ia menargetkan kepengurusan baru mampu mengangkat kembali marwah tilawatil Qur’an NTB di tingkat nasional hingga internasional.

Pengembangan tilawah, menurut Iqbal, tak boleh berhenti pada pembinaan qori dan qoriah. Ia mendorong penguatan seni kaligrafi termasuk kaligrafi kontemporer yang dipandang memiliki nilai artistik dan ekonomi tinggi. “Di banyak negara, kaligrafi dihargai sebagai karya seni bernilai besar. Cara pandang kita juga harus berubah,” ujarnya.

Iqbal juga menekankan pentingnya revitalisasi Islamic Center agar lebih produktif dan berdampak luas. Ia menyebut kawasan tersebut sebagai fondasi baik warisan kepemimpinan sebelumnya yang mesti dirawat dan dikembangkan.

Salah satu gagasannya adalah pembentukan divisi amal usaha dan pengembangan ekonomi agar pengelolaan Islamic Center tidak semata berfokus pada ibadah, tetapi juga mendorong kemandirian dan pemberdayaan umat.

“Siapa pun yang berprestasi, apa pun bidangnya, harus kita hargai setara. Pembinaan ke depan mesti lebih terstruktur agar prestasi tilawah NTB kembali diperhitungkan,” ujar Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB berharap kepengurusan baru ini membawa energi segar bagi pengembangan tilawatil Qur’an sekaligus menguatkan peran Islamic Center sebagai pusat peradaban umat di daerah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....