EWS, Detiksi Dini Luapan Sungai Cegah Banjir Perkotaan
- 10 Feb 2026 14:01 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Sungai Laju yang membelah wilayah dalam Kota Dompu memiliki potensi besar meluap setiap kali hujan turun, meskipun hujan tidak terjadi di wilayah hulu yang berada di Kabupaten Bima.
Kondisi ini kerap menyebabkan pemukiman warga di bantaran sungai terendam banjir secara tiba-tiba.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu, Aris Ansyari, menjelaskan bahwa peningkatan debit air Sungai Laju disebabkan oleh posisinya sebagai hilir dari tiga sungai besar, yakni Sungai Silo, Sungai Soa, dan Sungai Mango.
“Ketika hujan terjadi di hulu ketiga sungai tersebut, debit air Sungai Laju akan meningkat secara signifikan meskipun di Kota Dompu sendiri tidak turun hujan,” jelas Aris, Selasa, 10 Februari 2026.
Untuk meningkatkan kewaspadaan dan akurasi peringatan dini, Dinas PUPR Kabupaten Dompu melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) akan memasang Early Warning System (EWS) di hulu Sungai Laju. Sistem peringatan dini tersebut akan dipasang secara manual.
Selain di hulu Sungai Laju, EWS juga akan ditempatkan di pintu air pertemuan tiga sungai yang berada di Kelurahan Karijawa, sebagai titik strategis untuk memantau peningkatan debit air.
Aris berharap, dengan pemasangan EWS ini, masyarakat—terutama warga yang selama ini menjadi langganan banjir luapan Sungai Laju—dapat memperoleh informasi lebih cepat untuk melakukan langkah pencegahan dan evakuasi dini.
“EWS ini diharapkan mampu membantu mengurangi risiko bencana akibat banjir, meskipun tetap diperlukan kewaspadaan masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Aris menegaskan bahwa pemasangan EWS tidak akan efektif tanpa dukungan kesadaran masyarakat. Ia mengimbau warga, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Laju, Silo, Soa, Mango, serta Sungai Raba Baka, agar tidak lagi membangun rumah atau bangunan di sepanjang bantaran sungai.
Selain melanggar peraturan perundang-undangan, pembangunan di bantaran sungai juga dapat menggerus dan melemahkan tanggul sungai, sehingga meningkatkan risiko jebol dan memperparah dampak banjir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....