Bau Nyale 2026 Sukses, Faktor Alam Jadi Evaluasi

  • 09 Feb 2026 22:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengakui pelaksanaan Festival Bau Nyale 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah pada 7–8 Februari 2026 berlangsung sukses, aman, dan kondusif, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Menurut HM Nursiah, secara umum seluruh tahapan persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari penataan lokasi, pengamanan, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan. Namun demikian, faktor alam menjadi tantangan utama yang tidak dapat dihindari dalam pelaksanaan event budaya tahunan tersebut.

“Hujan dengan intensitas cukup tinggi dan berlangsung lama memang sempat mengganggu beberapa rangkaian kegiatan. Tapi ini bukan berarti persiapan kita kurang atau acara tidak sukses. Ini murni faktor alam yang harus kita sesuaikan,” ujar HM Nursiah Senin 9 Februari 2026.

Meski cuaca kurang bersahabat, ia menegaskan seluruh petugas dan unsur yang terlibat tetap menjalankan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing hingga acara berakhir. Hal itu dinilainya menjadi kunci utama sehingga Festival Bau Nyale tetap berjalan lancar, tertib, dan aman sampai selesai.

Wabup juga mengakui, hasil tangkapan nyale pada tahun ini tidak terlalu melimpah seperti yang diharapkan masyarakat. Namun kondisi tersebut kembali disebabkan oleh faktor alam yang berada di luar kendali panitia maupun pemerintah daerah.

“Kalau soal nyale yang keluar tidak terlalu banyak, mau bagaimana lagi. Itu juga faktor alam. Yang terpenting antusiasme masyarakat tetap tinggi dan kegiatan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Untuk penyelenggaraan Bau Nyale tahun depan, HM Nursiah memastikan Pemkab Lombok Tengah akan melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dari sisi teknis dan penataan lokasi. Salah satu fokus utama adalah kebutuhan desain lokasi yang lebih khusus dan terkonsep, terutama untuk panggung utama, penempatan sound system, hingga video tron.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan menetapkan rangkaian acara yang benar-benar menjadi identitas khas Festival Bau Nyale Lombok Tengah, sehingga mudah dikenali dalam setiap promosi.

“Ke depan, konsep acara akan lebih difokuskan pada budaya dan hiburan. Budaya tentu menjadi roh utama dengan melibatkan komunitas seni dan budaya lokal. Nanti kita akan tetapkan siapa saja yang akan diundang mengisi acara,” tegasnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Pemkab Lombok Tengah juga berkomitmen melakukan peningkatan, termasuk pembenahan jembatan serta jalan yang menjadi akses utama pengunjung menuju lokasi kegiatan.

Diketahui, pada malam puncak Festival Bau Nyale 2026 di kawasan Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, hujan lebat mengguyur lokasi selama lebih dari dua jam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan band papan atas Geisha batal tampil di panggung utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....