Mentan Tetapkan NTB jadi Sentra Bawang Putih Nasional

  • 09 Feb 2026 14:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai sentra produksi bawang putih nasional. Penetapan itu disampaikan saat kunjungan kerja di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Senin, 9 Februari 2026.

Amran menilai kawasan Sembalun memiliki keunggulan agroklimat dan produktivitas yang memungkinkan NTB menjadi penopang utama kebutuhan bawang putih dalam negeri. “NTB punya potensi besar untuk memenuhi pasar nasional,” kata Amran di sela peninjauan fasilitas pascapanen bawang putih.

Dalam kunjungan tersebut, Amran bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau lantai jemur dan gudang benih bawang putih milik UD Bayanaka, sekaligus melakukan penanaman bawang putih bersama Kelompok Tani Pusuk Pujanta. Kegiatan itu disebut sebagai bentuk dukungan konkret pemerintah kepada petani lokal.

Selain bawang putih, Amran juga mendorong NTB dikembangkan sebagai sentra jagung nasional. Menurutnya, potensi lahan dan sumber daya manusia NTB dapat menopang kebutuhan pakan ternak, tidak hanya untuk Pulau Jawa, tetapi juga pasar yang lebih luas. 

“Insya Allah NTB bisa menyuplai pakan ke Jawa, bahkan ke negara lain,” ujar Amran.

Untuk menjaga stabilitas harga hasil panen, Kementerian Pertanian menawarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penyerapan produk pertanian langsung dari petani. Skema ini diharapkan mampu menekan gejolak harga saat panen raya sekaligus menjaga pendapatan petani.

Amran juga menekankan pentingnya penguatan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ia meminta PPL tidak hanya mendampingi petani, tetapi juga menjadi contoh melalui pengelolaan kebun percontohan di wilayah tugas masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Amran mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan masyarakat NTB terhadap agenda swasembada pangan. Ia mengklaim target swasembada yang semula diproyeksikan tercapai dalam empat tahun berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun. 

“Stok pangan kita tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka,” kata dia.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyatakan pemerintah provinsi siap mengawal penetapan NTB sebagai sentra bawang putih nasional secara berkelanjutan. Menurut, penguatan sektor pangan harus dibangun sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar peningkatan produksi.

“Kami tidak ingin NTB hanya menjadi lokasi tanam. Target kami adalah membangun ekosistem pangan utuh, dari benih, produksi, pascapanen, sampai hilirisasi,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan NTB siap mengambil peran strategis sebagai penyangga pangan nasional, khususnya untuk komoditas bawang putih dan jagung, dengan memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani. “Petani harus sejahtera, rantai pasok kuat, dan NTB menjadi pilar ketahanan pangan nasional,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB optimistis, melalui sinergi dengan pemerintah pusat, pengembangan komoditas bawang putih dan jagung dapat berjalan terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....