Warga Mataram Waspadai Kenaikan Harga Sembako Jelang Ramadan
- 09 Feb 2026 13:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah/2026 Masehi, masyarakat Kota Mataram mulai merasakan tekanan kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan pokok atau sembako. Meski stok dinilai masih mencukupi, warga tetap waspada terhadap potensi lonjakan harga di pasaran.
Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Pagesangan Bebidas, beberapa komoditas kebutuhan pokok terpantau mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut sudah dirasakan sejak beberapa hari terakhir, baik oleh pedagang maupun pembeli. Kendati demikian, masyarakat mau tidak mau harus menyesuaikan diri dengan harga yang berlaku di pasar.
Salah seorang pedagang di Pasar Pagesangan Bebidas, Isnun (49), warga Karanganyar, mengatakan bahwa kenaikan harga sembako terjadi secara bertahap. Menurutnya, pembeli mulai menerima kondisi tersebut seiring dengan penyesuaian terhadap situasi ekonomi saat ini.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya beras, kopi, dan cabai. Harga beras yang sebelumnya berada di kisaran Rp12 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp15 ribu per kilogram. Meski naik, harga tersebut masih tergolong dalam batas harga normal. Sementara itu, harga kopi mengalami kenaikan cukup signifikan, dari Rp75 ribu menjadi Rp100 ribu per kilogram.
“Harga sembako memang mulai mengalami kenaikan, tapi lama-lama pembeli juga menyesuaikan,” ujar Isnun, Senin 9 Februari 2026 siang.
Selain itu, komoditas lain seperti minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai, dan telur ayam juga mengalami kenaikan beberapa persen dibandingkan harga beberapa bulan sebelumnya. Peningkatan permintaan menjelang Ramadan dan Idulfitri disebut menjadi salah satu faktor utama pendorong kenaikan harga.
Untuk komoditas cabai, harga terpantau fluktuatif dan kerap mengalami naik turun dalam waktu singkat. Menurut Isnun, kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor cuaca yang berdampak pada hasil pertanian.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan hasil panen berkurang, bahkan ada yang gagal panen. Kondisi ini membuat pasokan di pasar terbatas dan memicu kenaikan harga,” jelasnya.
Isnun berharap masyarakat dapat memahami bahwa kenaikan harga memiliki faktor pemicu tertentu dan bukan semata-mata dinaikkan sepihak oleh pedagang. Ia juga meminta pemerintah agar terus memperhatikan kelancaran distribusi dan pasokan bahan pokok di sejumlah pasar, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga dapat terjaga stabil.
(Aqil/Haja/Riski/PKL/UMMAT)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....