Asuransi Pertanian, Bulog Lindungi Petani dari Resiko Gagal Panen

  • 09 Feb 2026 12:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Perum Bulog menggelar sosialisasi mitigasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim, serangan hama, dan bencana alam melalui program asuransi pertanian, Senin 9 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Bulog Peduli Petani yang menyasar kelompok tani mitra Bulog.

Direktur SDM dan Transformasi atau Direktur Human Capital Perum Bulog, Sudarsono Hardjsoekarto, mengatakan Lombok Timur merupakan salah satu sentra produksi padi yang sangat penting sekaligus mitra strategis Bulog. Oleh karena itu, Bulog memberikan perhatian khusus melalui uji coba asuransi pertanian tanaman padi, baik yang berbasis gagal panen maupun berbasis perubahan iklim.

“Kami melakukan uji coba sosialisasi sekaligus memberikan bantuan premi asuransi kepada kelompok tani terpilih di Lombok Timur. Program serupa juga dilaksanakan di empat kabupaten lain di Provinsi Jambi, Jawa Barat, dan Bali,” kata Sudarsono.

Ia menjelaskan, petani yang menjadi peserta program merupakan petani yang dipilih oleh Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur dan selama ini telah menjadi mitra Bulog. Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan tim ahli dan Askrindo yang telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkenalkan asuransi parametrik.

“Asuransi parametrik ini nanti akan dijelaskan secara teknis kepada seluruh anggota kelompok tani. Karena masih tahap uji coba, bantuan premi dari Perum Bulog masih terbatas. Namun ke depan, setelah petani merasakan manfaatnya, program ini diharapkan dapat dilanjutkan bersama,” ujarnya.

Menurut Sudarsono, keunggulan asuransi parametrik terletak pada kemudahan klaim. Jika  tidak dapat mencapai  parameter tertentu,  petani sudah dapat memperoleh penggantian. Ke depan, untuk memberikan perlindungan maksimal, Bulog akan mengombinasikan asuransi parametrik dengan asuransi konvensional (indemnity) dalam skema hybrid.

Pada tahap awal, asuransi pertanian ini diberikan untuk lahan seluas 125 hektare yang telah dipilih oleh Dinas Pertanian. Program ini diharapkan dapat mendorong petani menjalankan produksi pertanian secara berkelanjutan, khususnya tanaman padi, sehingga tetap menjadi mitra penting Bulog dalam menjaga ketersediaan pangan, keterjangkauan harga beras, dan stabilisasi harga.

Sementara itu, Asisten II Setda Lombok Timur, M. Akhiri, menyambut baik program asuransi pertanian yang digagas Bulog dan berharap program ini dapat berkelanjutan serta diikuti oleh lembaga lain. “Sebagian besar masyarakat Lombok Timur masih bermata pencaharian sebagai petani. Kita ingin petani tangguh dan tidak langsung kolaps hanya karena sedikit perubahan cuaca. Terima kasih atas program Bulog Peduli ini,” ujarnya.

Ia juga berharap petani dapat menyampaikan kondisi yang sebenarnya apabila mengalami kerusakan tanaman saat masa tanam. Selain itu, Khairi juga menyinggung kondisi inflasi daerah yang saat ini dipengaruhi oleh komoditas bawang merah dan cabai merah.

Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk pasar murah, yang mendapat respons positif dari masyarakat. 

“Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, berbagai langkah dilakukan agar inflasi tetap terkendali di Lombok Timur. Program Bulog Peduli ini sejalan dengan kebijakan nasional dan program SMART Pemerintah Daerah Lombok Timur dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh dan peduli terhadap petani,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....