Ribuan Warga Tumpah Ruah ke Laut Meriahkan Festival Bau Nyale di Mandalika
- 08 Feb 2026 08:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Ribuan masyarakat dari Kabupaten Lombok Tengah dan berbagai daerah sekitarnya tumpah ruah memadati kawasan pesisir untuk memeriahkan Festival Bau Nyale, Minggu 8 Februaro 2026. Sejak pukul 03.00 Wita dini hari, warga sudah berdatangan dan memenuhi sejumlah pantai yang menjadi lokasi utama penangkapan Nyale, salah satunya Pantai Seger, Kecamatan Pujut.
Tradisi tahunan yang identik dengan penangkapan cacing laut (Nyale) ini kembali menyedot antusiasme besar masyarakat. Warga terlihat turun langsung ke laut dengan perlengkapan sederhana, mulai dari jaring, alat tangkap tradisional soroq, ember, hingga lampu senter sebagai penerang di tengah gelapnya malam. Pantauan di lokasi, warga datang secara berkelompok maupun keluarga.
Salah seorang warga asal Kecamatan Praya, Ahmad, mengaku sengaja datang bersama teman-temannya ke Pantai Seger untuk mengikuti tradisi Bau Nyale. Bahkan, rombongannya sempat mendirikan tenda di sekitar lokasi pantai.
“Kami datang dari sore dan sempat pasang tenda. Tapi karena hujan disertai angin kencang, tendanya terpaksa kami bongkar,” ujar Ahmad.
Meski cuaca kurang bersahabat, semangat warga tak surut. Mereka tetap bertahan hingga dini hari dan bersiap turun ke laut begitu Nyale mulai muncul ke permukaan.
Sementara itu, warga lainnya, Mala Ayu Satinka, mengaku baru pertama kali mengikuti Festival Bau Nyale. Pengalaman perdananya tersebut meninggalkan kesan tersendiri, meskipun sempat diwarnai hujan dan angin kencang pada malam hari.
“Ternyata sangat menyenangkan. Walaupun hujan angin, tetap seru. Saya tidak dapat banyak Nyale karena tidak berani ke tengah laut seperti yang lain. Kalau agak ke tengah memang bisa dapat lebih banyak,” tuturnya.
Menariknya, warga yang ikut turun ke laut tidak hanya didominasi orang dewasa. Anak-anak juga terlihat antusias mengikuti orang tua mereka, menyusuri bibir pantai sambil membawa ember kecil dan senter.
Meski sempat diguyur hujan lebat pada malam puncak acara, Sabtu malam, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat masyarakat. Warga tetap bertahan di sekitar pantai, menunggu hujan reda agar dapat turun ke laut pada keesokan harinya.
Akibat cuaca buruk, penampilan band Geisha yang dijadwalkan memeriahkan malam puncak Festival Bau Nyale terpaksa dibatalkan. Namun, pembatalan hiburan tersebut tidak memengaruhi antusiasme masyarakat untuk menunggu kemunculan Nyale.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....