Karnaval Budaya Siyu Dedare Meriahkan Pantai Kuta Mandalika, Sambut Festival Bau Nyale 2026

  • 06 Feb 2026 21:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Karnaval Budaya Siyu Dedare dalam rangka menyambut Festival Bau Nyale berlangsung meriah dan menakjubkan di kawasan Pantai Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Ribuan peserta dari 12 kecamatan se-Lombok Tengah tumpah ruah memadati kawasan pantai, menyuguhkan parade budaya yang sarat makna dan kearifan lokal.

Karnaval ini diikuti oleh ribuan gadis dan pemuda yang tampil sesuai kontingen kecamatan masing-masing. Mereka berparade dengan mengenakan busana adat Sasak lengkap. Peserta laki-laki mengenakan busana Godek Nongkek, sementara peserta perempuan tampil anggun dengan balutan lambung dan kain songket khas Lombok, dipadu riasan wajah yang mencerminkan kecantikan tradisional perempuan Sasak.

Deretan kostum adat, iringan musik tradisional, serta ekspresi kebanggaan para peserta membuat suasana karnaval semakin hidup. Tak hanya menjadi tontonan, karnaval ini juga menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus pengingat akan kekayaan tradisi Lombok Tengah yang terus dijaga lintas generasi.

Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Salah seorang warga, Ayu, mengaku takjub dengan kemasan karnaval tahun ini. Menurutnya, suguhan Festival Bau Nyale kali ini terasa berbeda dan lebih berkesan.

“Ini sangat luar biasa. Tahun lalu juga menarik, tapi tahun ini terasa lebih hidup dan penuh makna. Benar-benar menggambarkan putri Mandalika zaman dulu,” ujar Ayu dengan penuh kagum Jumat 6 Februari 2026. 

Hal senada disampaikan Ahmad, warga lainnya yang sengaja datang ke Pantai Kuta Mandalika untuk menyaksikan Karnaval Budaya Siyu Dedare. Ia mengaku ingin menikmati seluruh rangkaian Festival Bau Nyale, mulai dari karnaval hingga malam puncak.

“Saya sengaja datang lebih awal untuk menonton karnaval ini. Nanti malam saya juga ikut menangkap nyale di Pantai Seger. Acaranya dikemas sangat luar biasa dan membuat kita bangga dengan budaya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, mengatakan Karnaval Budaya Siyu Dedare rutin digelar karena memberikan dampak positif, baik bagi pelestarian budaya maupun sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pemilihan kawasan Mandalika sebagai lokasi pelaksanaan merupakan upaya menghadirkan suasana baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Karnaval ini sengaja kita gelar secara rutin karena dampaknya sangat positif. Selain melestarikan budaya, juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Mandalika dipilih agar suasananya lebih segar dan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan wisatawan,” jelas Bupati Pathul.

Ia berharap melalui karnaval ini, nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan menjadi daya tarik utama Lombok Tengah, khususnya dalam perhelatan Festival Bau Nyale yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....