Dompu Perkuat Peternakan, Kementan Siapkan BPTU-HPT
- 05 Feb 2026 06:29 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu – Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil sapi berkualitas tinggi di Indonesia. Potensi peternakan yang besar ini menjadikan Dompu sebagai wilayah strategis dalam pengembangan sektor peternakan nasional.
Bahkan, pada tahun 2005 lalu, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, meresmikan kawasan Doro Ncanga di Kecamatan Pekat sebagai area pelepasan liar sapi.
Kawasan tersebut hingga kini menjadi salah satu sentra utama pengembangan ternak sapi dengan luasan padang penggembalaan yang sangat besar.
Dengan populasi ternak yang terus meningkat setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Dompu menilai perlu adanya penanganan dan kebijakan khusus agar potensi peternakan tersebut dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menyampaikan komitmennya dalam memperkuat sektor peternakan daerah. Usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah, Bupati Dompu berkesempatan melakukan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, guna membahas berbagai persoalan dan pengembangan peternakan di Kabupaten Dompu.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Dompu didampingi Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Dompu, Agus Miswara Sugiarto.
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Hilirisasi Peternakan, Dr. drh. Makmun, serta Direktur Bitpro, Dr. Harry Suhada.
Pertemuan itu secara khusus membahas akselerasi program prioritas sektor peternakan di Kabupaten Dompu untuk tahun 2026, termasuk penguatan hilirisasi, pembibitan ternak, serta pengelolaan kawasan penggembalaan.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengaku optimistis kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kementerian Pertanian akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan peternak, khususnya di Dompu.
“Saya optimis akselerasi program dan kolaborasi ini akan membawa kemajuan signifikan serta berdampak langsung pada kesejahteraan petani dan peternak di Kabupaten Dompu,” ujar Bambang Firdaus, Di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.
Sementara, Direktur Hilirisasi Peternakan, Dr. drh. Makmun, menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat menaruh perhatian besar terhadap Kabupaten Dompu.
Menurutnya, Dompu memiliki keunggulan strategis berupa kawasan pelepasan ternak yang luas, yakni Doro Ncanga. Dengan tren peningkatan populasi ternak setiap tahun, Kementerian Pertanian berencana mengupayakan pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) khusus untuk Kabupaten Dompu.
Bahkan, pada tahun 2026 ini, Kementan merencanakan pembentukan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) di Dompu. Pembentukan BPTU-HPT ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Dompu dan Kementerian Pertanian.
"Sehingga pengelolaan dan pengembangan sektor peternakan bisa lebih dekat, cepat, dan terarah,” kata Makmun.
Sementara itu, data yang di dapat, populasi sapi di Kabupaten Dompu meningkat menjadi 199.875 ekor pada tahun 2025 (naik 6,23% dari tahun sebelumnya), dengan populasi tertinggi di Kecamatan Woja.
Kerbau juga meningkat menjadi 16.224 ekor, didominasi oleh peternak di Kecamatan Kempo.
Sapi Bali adalah jenis utama yang dikembangkan dengan pola penggemukan di kawasan padang sabana, menjadikannya salah satu penghasil sapi terbesar di Pulau Sumbawa. Secara rinci, populasi sapi pada tahun 2025 mencapai 199.875 ekor.
Sebaran populasi sapi terbesar berada di Kecamatan Woja (40.669 ekor), diikuti Manggelewa (37.895 ekor), dan Pekat (33.114 ekor). Untuk populasi kerbau mengalami peningkatan signifikan menjadi 16.224 ekor pada tahun 2025. Kecamatan Kempo tercatat memiliki populasi kerbau tertinggi, yaitu 4.033 ekor.
Kabupaten Dompu memiliki lahan penggembalaan luas yang mendukung pengembangan peternakan, bahkan menjadi penopang kebutuhan daging nasional.
Peternak mulai beralih dari sistem pelepasan liar ke pola pengandangan untuk penggemukan (agribisnis), khususnya untuk sapi Bali.
Data ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu dalam meningkatkan populasi, terbukti dengan adanya peningkatan populasi ternak (sapi dan kerbau) rata-rata 7% pada tahun 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....