Bulog NTB Perkuat Sinergi Jamin Stok dan Harga Pangan Jelang Ramadan
- 04 Feb 2026 11:24 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan ketersediaan stok beras dan minyak goreng di wilayah NTB dalam kondisi aman dan mencukupi untuk menghadapi berbagai momentum hari besar keagamaan, termasuk Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.
Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan hasil pemantauan bersama menunjukkan harga beras, baik kategori medium maupun premium, masih stabil dan terkendali di pasaran.
“Alhamdulillah, harga beras baik medium maupun premium masih aman. Tidak ada lonjakan harga yang signifikan,” ujar Mara Kamin Siregar di sela sela pemantauan harga pangan di pasar kebon roek Ampenan Kota Mataram, Rabu 4 Februari 2026.
Pemantauan itu dilakukan bersama Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, Direktur Direskrimsus Polda NTB Kombes Pol FX Endriadi dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Ia mengakui terdapat selisih harga minyak goreng antara produk yang disalurkan Bulog dengan minyak goreng dari distributor swasta. Harga minyak goreng dari swasta tercatat lebih tinggi, namun kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terus dipantau bersama aparat terkait.
“Memang ada selisih harga sedikit antara minyak goreng Bulog dengan distributor swasta. Ini akan kami telusuri lebih lanjut bersama pihak terkait untuk mencari benang merahnya,” katanya.
Mara menjelaskan, saat ini Bulog NTB menguasai stok beras sekitar 154 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan, bahkan berpotensi lebih lama karena proses pengadaan masih terus berjalan.
“Stok beras kita sekitar 154 ribu ton. Ini cukup aman untuk 10 bulan ke depan, bahkan bisa lebih dari setahun karena pengadaan masih terus kita lakukan,” jelasnya.
Selain beras, Bulog NTB juga memastikan ketersediaan minyak goreng dalam kondisi aman. Saat ini stok minyak goreng Bulog mencapai sekitar 307 ribu liter dan diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Maret 2026.
“Minyak goreng stoknya juga aman, sekitar 307 ribu liter. Insya Allah cukup sampai bulan Maret, termasuk untuk kebutuhan selama hari besar keagamaan,” pungkas Mara.
Bulog NTB menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....