Bapanas Turun Tangan Awasi Harga dan Distribusi Pangan di NTB
- 04 Feb 2026 09:44 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram — Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan harga bahan pangan pokok di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, relatif stabil menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), termasuk Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan terus diupayakan agar tetap terkendali.
Pantauan pasar yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026 itu juga diikuti Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, Direskrimsus Polda NTB, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional, Rinna Syawal, S.P., M.P., mengatakan hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar komoditas pangan utama masih stabil.
| Baca juga: Warga Diajak Awasi Harga Minyakita |
“Beras, gula, minyak goreng, telur, bawang putih, dan bawang merah secara umum masih stabil. Ada sedikit perbedaan harga, namun tidak signifikan,” ujarnya.
Rinna menjelaskan, perbedaan harga terutama terjadi pada komoditas minyak goreng, khususnya Minyak Kita yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan sumber pasokan.
“Minyak goreng yang disuplai Bulog harganya sesuai ketentuan. Namun, yang berasal dari distributor lain ada yang dijual sedikit lebih mahal,” katanya.
| Baca juga: Warga Diminta Awasi Harga MinyaKita |
Untuk mengantisipasi praktik permainan harga, Badan Pangan Nasional telah membentuk Tim Satgas Pengawasan Harga Pangan melalui Surat Keputusan Kepala Bapanas. Tim ini bertugas menelusuri rantai distribusi hingga ke tingkat distributor bahkan produsen apabila diperlukan.
“Kami ingin memastikan harga dari distributor ke pedagang pengecer sesuai regulasi yang berlaku, sehingga konsumen mendapatkan harga yang terjangkau,” kata Rinna.
Tim pengawasan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kepolisian Daerah melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), dinas pangan dan pertanian, dinas perdagangan dan perizinan, hingga Perum Bulog. Pengawasan dilakukan secara terpadu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
| Baca juga: Stok Melimpah, Harga Daging Ayam Melandai |
Rinna menegaskan, jika ditemukan distributor yang tetap menjual di atas ketentuan meski telah diberikan peringatan, maka akan ada tindakan lanjutan. “Apabila sudah masuk ranah penindakan hukum, itu akan ditangani oleh aparat penegak hukum sesuai kewenangannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemantauan harga pangan tidak hanya dilakukan di Nusa Tenggara Barat, melainkan di seluruh wilayah Indonesia.
“Kebetulan saya bertugas di NTB hari ini. Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap stabilitas harga pangan, tidak hanya saat HBKN, tetapi sepanjang waktu,” ujarnya.
Dalam upaya stabilisasi pasokan dan harga, Bulog juga berperan aktif sesuai dengan komoditas yang menjadi kewenangannya. Bulog dapat melakukan intervensi melalui gelar pangan, memperbanyak pasokan, serta mendistribusikan komoditas ke daerah yang mengalami kekurangan pasokan sehingga harga dapat kembali stabil.
“Bulog ditugaskan untuk membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan sesuai regulasi. Ini bagian dari komitmen pemerintah menjaga daya beli masyarakat,” kata Rinna .
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....