Haul Majemuk Al Islahuddiny Menyambung Warisan Ulama Bangsa
- 01 Feb 2026 17:09 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Pondok Pesantren Al-Islahuddiny Kediri Lombok Barat kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan dan dakwah dengan menggelar Haul Majemuk Muassis, tradisi tahunan untuk mengenang tiga ulama besar pendiri pesantren tersebut.
Tiga tokoh yang dikenang dalam haul majemuk ini adalah TGH Mustafa Al-Kholidy, TGH Ibrahim Al-Kholidy, dan TGH M Idris Misbah, para ulama kharismatik yang menjadi fondasi lahir dan berkembangnya Ponpes Al-Islahuddiny hingga dikenal luas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, bahkan tingkat nasional.
Haul majemuk bukan sekadar peringatan wafat, melainkan momentum meneladani jejak pengabdian para muassis sebagai tokoh agama sekaligus tokoh bangsa, melalui peran besar mereka di bidang pendidikan, dakwah, dan pembinaan umat.
Ketua Panitia Haul Majemuk Ponpes Al-Islahuddiny, H Hambali SAg MA, menjelaskan kegiatan ini diperuntukkan bagi para pendiri, pengasuh, serta keluarga besar pesantren yang telah wafat.
“Haul ini menjadi ruang bersama untuk mengenang dan meneladani jasa para muassis yang telah meletakkan dasar berdirinya Ponpes Al-Islahuddiny hingga melahirkan ribuan santri dan santriwati,” katanya.
Menurutnya, ketiga ulama pendiri memiliki kontribusi luar biasa dalam mengembangkan pendidikan berbasis pesantren dengan pendekatan tafaqquh fiddin, yakni pendalaman ilmu agama Islam secara serius dan kuat.
“Penguasaan kitab-kitab klasik atau kitab kuning sangat ditekankan. Santri dibentuk agar kokoh dalam ilmu agama dan siap menjadi garda terdepan dalam kehidupan beragama,” ucapnya.
Seiring perkembangan zaman, Ponpes Al-Islahuddiny juga terus bertransformasi. Selain tetap menjaga tradisi keilmuan pesantren, kini lembaga tersebut telah melahirkan STID Mustafa Ibrahim sebagai bentuk penguatan pendidikan tinggi berbasis pesantren.
“Ponpes ini tidak hanya mencetak tuan guru dan ustaz, tetapi juga menyiapkan kader pemimpin. Santri dibekali ilmu agama, kecakapan berpikir, dan kepemimpinan. Inilah nilai keteladanan para ulama guru kita sebagai tokoh agama dan tokoh bangsa,” jelas Hambali.
Ia menambahkan, penyelenggaraan haul oleh alumni telah memasuki tahun kedua. Tahun sebelumnya digelar Haul Akbar, sementara tahun ini dikemas dalam bentuk Haul Majemuk agar lebih banyak pihak terlibat.
“Semua alumni kami ajak berperan, sekecil apa pun kontribusinya. Tujuannya satu, ikut menyukseskan haul dan meraih keberkahan,” ujarnya.
Rangkaian Haul Majemuk Al-Islahuddiny dimulai sejak Jumat malam (29/1/2026) dengan kegiatan Khataman Al-Qur’an oleh santri santriwati tahfiz. Target awal 2.000 peserta luring terlampaui, dengan kehadiran lebih dari 2.000 santri. Sementara khataman daring diikuti 410 santri.
“Target 1.000 kali khataman Al-Qur’an terlampaui hingga lebih dari 1.500 kali. Ini meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 1.400 kali khataman,” katanya.
Pada Sabtu (31/1/2026), panitia bekerja sama dengan PMI Lombok Barat menggelar pengukuhan PMI Unit Al-Islahuddiny, yang disebut menjadi role model bagi pesantren di Lombok Barat, NTB, bahkan Indonesia.
“Ini bukti bahwa pesantren tidak hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga berperan aktif dalam kemanusiaan,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah makam para muassis oleh santri, alumni, dan jamaah. Puncak Haul Majemuk akan digelar Minggu (31/1/2026) dengan kehadiran ribuan santri, alumni dari berbagai daerah, serta jamaah yang diperkirakan memadati kawasan pesantren.
“Haul ini bukan hanya mengenang, tetapi menyambung nilai dan semangat perjuangan para ulama untuk terus hidup di tengah umat,” tutup Hambali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....