Cuaca Ekstrem Picu Rob, Mataram Siagakan Penanganan
- 31 Jan 2026 20:33 WIB
- Mataram
RRI. CO. ID, Mataram -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram menyiagakan langkah penanganan lanjutan menyusul potensi banjir rob yang masih mengancam wilayah pesisir. Ancaman ini dipicu cuaca ekstrem yang bertepatan dengan fenomena bulan purnama, ketika gaya tarik bulan dan matahari sejajar sehingga memicu pasang laut maksimum dan berdampak pada kawasan permukiman warga.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Ahmad Muzaki mengatakan, banjir rob kembali menerjang Lingkungan Bugis, Kecamatan Ampenan, pada Jumat (30/1/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan 20 rumah warga mengalami kerusakan berat akibat hantaman gelombang laut setinggi lebih dari lima meter.
“Sebanyak 20 rumah warga dilaporkan rusak berat akibat banjir rob,” kata Muzaki Sabtu 31 Januari 2026.
Ia menyebutkan, pascakejadian sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sementara tiga kepala keluarga menempati tenda darurat yang disiapkan BPBD di TK PAUD Bintaro. Selain itu, tenda pengungsian juga didirikan di kawasan Pondok Pelangi Bintaro Jaya untuk menampung warga terdampak.
Terkait perbaikan rumah, Muzaki menjelaskan penanganannya akan dikoordinasikan dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas PUPR. Besaran bantuan mengacu pada ketentuan BNPB sesuai tingkat kerusakan.
“Rumah rusak ringan mendapat Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp65 juta, dengan teknis pelaksanaan ditangani PUPR,” ujarnya.
Selain banjir rob, BPBD juga mencatat dampak cuaca ekstrem berupa angin puting beliung yang merusak ringan 20 rumah di Kecamatan Sekarbela, Ampenan, dan Selaparang. Secara keseluruhan, sekitar 800 kepala keluarga atau 4.000 jiwa terdampak banjir rob dan luapan Sungai Jangkok.
“Pemkot sudah membuka dapur umum dan Dinsos menyalurkan 600 porsi makanan siap saji per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujar Muzaki.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....