Mataram Perketat Kewaspadaan LSD Meski Masih Aman

  • 30 Jan 2026 09:34 WIB
  •  Mataram

RRI. CO. ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram meningkatkan langkah antisipasi penyakit lumpy skin disease (LSD) pada ternak sapi meski hingga kini wilayah tersebut masih dinyatakan bebas kasus. Kewaspadaan diperkuat sebagai respons atas ditemukannya LSD di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Bali yang terdeteksi pada Rabu 28 Januari 2026 lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, Lalu Jauhari, melalui Kepala Bidang Peternakan Lalu Hapiludin menjelaskan, kebijakan waspada dini dilakukan untuk melindungi populasi ternak lokal.

"Pengalaman penyebaran penyakit hewan sebelumnya menjadi pelajaran penting agar daerah tidak terlambat melakukan pencegahan." Ujarnya Jumat 30 Januari 2026.

Hapiludin mengungkapkan, LSD pertama kali terdeteksi di Riau sebelum menyebar ke beberapa wilayah di Sumatra dan Jawa, lalu mendekati NTB setelah kasus muncul di Bali pada akhir Desember. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi NTB mengeluarkan surat edaran agar seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi penularan.

"Secara klinis, gejala LSD pada sapi hampir menyerupai penyakit mulut dan kuku (PMK), seperti demam tinggi, muncul benjolan di kulit, tubuh lemah, lesu, serta penurunan nafsu makan."Katanya.

Menurut nya penyakit ini menular melalui serangga penghisap darah seperti nyamuk, lalat, dan caplak, sehingga dinilai memiliki potensi penyebaran yang lebih luas.Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pertanian Kota Mataram melakukan pengendalian serangga, menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi peralatan, isolasi ternak yang sakit, pemberian multivitamin, serta menyiapkan vaksinasi LSD.

"Selain itu,kami juga menyebarkan materi sosialisasi kepada peternak, terutama di pasar hewan, untuk memperkuat deteksi dini." Katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....