Harga Bapok Sumbawa Stabil Jelang Ramadan
- 29 Jan 2026 16:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa: Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMindag) Kabupaten Sumbawa memastikan kondisi harga bahan pokok (bapok) di pasaran hingga akhir Januari 2026 masih relatif stabil dan terkendali. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa, Adi Nusantara, dalam keterangan persnya, Kamis 29 Januari 2026.
Adi Nusantara mengakui bahwa sejumlah komoditas memang rawan mengalami fluktuasi harga secara musiman, terutama komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang yang kerap terdampak kondisi cuaca, khususnya pada musim hujan. Namun demikian, hingga saat ini belum ditemukan adanya gejolak harga yang signifikan di pasar.
“Komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang yang biasanya memicu lonjakan harga saat musim hujan, saat ini masih berada pada batas aman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan kondisi tahun sebelumnya, harga cabai dan bawang sempat menembus angka di atas Rp70.000 per kilogram. Sementara saat ini, harga kedua komoditas tersebut masih berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Stabilitas harga tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari strategi pengelolaan distribusi pasokan lintas daerah yang diterapkan pemerintah daerah.
| Baca juga: Realisasi Tanam Sumbawa Tembus 98 Persen |
“Pemda tidak bergantung pada satu wilayah pemasok. Kita memanfaatkan perbedaan harga antar daerah. Jika harga di Lombok naik, maka pasokan bisa kita ambil dari Dompu atau Bima yang relatif lebih murah. Pola ini efektif untuk menekan potensi lonjakan harga,” tegasnya.
Adi Nusantara menambahkan, cabai dan bawang memang menjadi komoditas dengan tingkat fluktuasi tertinggi hampir setiap tahun. Faktor cuaca, tingginya biaya perawatan tanaman, serta risiko gagal panen menjadi penyebab utama naik turunnya harga di pasaran.
“Cabai ini komoditas yang sangat sensitif. Biaya produksinya tinggi, apalagi saat musim hujan. Kalaupun nanti ada kenaikan harga menjelang Ramadan hingga Idul Fitri, kami pastikan masih dalam batas kewajaran,” katanya.
Untuk komoditas beras, Adi Nusantara memastikan kondisinya relatif aman dan terkendali. Harga beras di Kabupaten Sumbawa telah ditekan dari sisi hulu melalui kebijakan pemerintah pusat serta pengawasan Satgas Pangan. Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium di Sumbawa berada pada angka Rp14.900 per kilogram dan belum menunjukkan indikasi kenaikan.
Selain bapok, Adi Nusantara juga menyoroti ketersediaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram. Ia mengungkapkan bahwa kuota LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Sumbawa tahun 2026 mengalami penurunan dari 11.596 metrik ton menjadi 11.003 metrik ton, sementara jumlah pengguna terus meningkat.
“Pengguna LPG 3 kilogram bukan hanya masyarakat kurang mampu, tetapi juga petani, nelayan, dan pelaku UMKM. Bahkan ada yang bisa menghabiskan minimal tiga tabung per hari,” ungkapnya.
Terkait kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa telah mengajukan permohonan penambahan kuota LPG kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, di sisi lain, pemerintah pusat juga tengah melakukan pengurangan kuota akibat tingginya biaya impor LPG.
“Kondisi ini membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari Pertamina, pemerintah daerah dan provinsi, agen, hingga pangkalan, agar distribusi LPG benar-benar merata dan tepat sasaran,” jelasnya.
Sebagai langkah pengawasan, Dinas KUKMindag Kabupaten Sumbawa telah menggelar pertemuan dengan para agen LPG serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pangkalan yang bermasalah.
“Kami memang tidak memiliki kewenangan mencabut izin, tetapi kami memberikan rekomendasi kepada Pertamina untuk memberikan teguran hingga pencabutan izin bagi pangkalan yang terbukti melanggar,” tegasnya.
Pengawasan distribusi LPG, lanjut Adi Nusantara, dilakukan bersama Satgas LPG dan didukung oleh aplikasi Lapor Gas yang melibatkan seluruh camat di 24 kecamatan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyelewengan di tingkat pangkalan.
“Semua langkah ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....