Pasca Banjir Desa Perampuan, Warga Terancam Penyakit Serius

  • 26 Jan 2026 18:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID., Lombok Barat - Banjir yang sempat merendam Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat beberapa waktu lalu, kini memang perlahan mulai surut. Namun di balik air yang menghilang, ancaman baru justru mulai dirasakan warga.

Sejumlah masyarakat mengeluhkan gangguan kesehatan yang muncul setelah berhari-hari bersentuhan langsung dengan air banjir. Keluhan itu tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak dan lansia yang tinggal di wilayah padat penduduk, khususnya yang rumahnya berhimpitan dengan aliran sungai.

Salah seorang warga Desa Perampuan, Mahmudah, mengatakan hingga kini mulai muncul keluhan pada bagian tubuh tertentu akibat kontak langsung dengan air banjir.

“Penyakit baru itu belum terlalu kelihatan di masyarakat. Tapi yang mulai terasa itu di tangan, kaki, dan kulit lain, karena mau tidak mau kami menyentuh air langsung,” kata Mahmudah saat ditemui RRI di Lokasi, Senin 26 Januari 2026.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut mulai dirasakan warga sejak banjir melanda hingga hari ini. Selain gangguan kulit, persoalan paling berat yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan air bersih.

“Dari awal kami sudah kewalahan soal air bersih. Mau cari air susah. Kalau tidak beli air gelas atau galon, ya tidak ada pilihan lain,” ucapnya.

Namun persoalan tersebut menjadi semakin berat bagi warga yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli air minum setiap hari.

“Bagaimana dengan masyarakat yang tidak mampu beli? Itu yang jadi persoalan besar,” lanjutnya.

Mahmudah menambahkan, kondisi sumur warga hingga kini masih belum sepenuhnya layak digunakan. Air terlihat keruh, terutama bagi rumah-rumah yang berada dekat sungai dan area genangan.

“Sekarang memang sudah mulai surut pelan-pelan, tapi air sumur masih keruh. Tidak seperti sebelum banjir,” tuturnya.

Ia menyebut, meski tidak lagi terjadi hujan deras dan angin kencang, dampak banjir masih dirasakan kuat oleh warga. Air sumur belum aman, bahkan untuk sekadar mandi, apalagi untuk diminum.

Dalam kondisi tersebut, warga sangat berharap adanya kehadiran pemerintah, khususnya dari sektor kesehatan, untuk turun langsung ke lapangan.

“Kami berharap pemerintah kesehatan datang melihat kondisi sumur-sumur kami. Apa yang perlu dikasih supaya air bisa jernih dan aman,” katanya.

Menurutnya, pendampingan sangat penting agar tidak muncul penyakit lanjutan seperti jentik nyamuk, gangguan kulit, hingga penyakit menular lainnya akibat air tercemar.

“Harapan saya pemerintah bisa memberikan obat atau bahan penjernih untuk air sumur, supaya bisa dipakai mandi dan kalau bisa aman juga untuk diminum,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....