Pelatihan Gemercik Siapkan Anak KLU Jadi Agen Perubahan

  • 26 Jan 2026 16:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus memperkuat komitmennya dalam menekan angka perkawinan anak melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya ditunjukkan dengan dibukanya secara resmi Pelatihan Sahabat Pengadilan Program Gerakan Meraih Cita Tanpa Kawin Anak (Gemercik) oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT, di Hotel Bay Marina, Senin 26 Januari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Yayasan PLAN International Indonesia area Nusa Tenggara Barat tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Lombok Utara Faturrahman, SST, Ketua Yayasan PLAN International Indonesia area NTB Sabaruddin, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lombok Utara menyampaikan apresiasi kepada PLAN International Indonesia yang secara konsisten mendampingi pemerintah daerah dalam upaya perlindungan anak, khususnya pencegahan perkawinan usia dini.

Menurutnya, pelatihan sahabat pengadilan ini merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran generasi muda agar memahami dampak negatif pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun masa depan sosial anak.

“Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama PLAN Indonesia untuk menurunkan angka perkawinan anak. Dampaknya sangat luas, mulai dari putus sekolah hingga risiko stunting pada anak yang dilahirkan,” ujarnya.

Wabup juga menekankan pentingnya peran peserta sebagai teladan di lingkungan masing-masing. Ia berharap para sahabat pengadilan tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi mampu menjadi agen perubahan bagi teman sebaya.

“Jangan sampai anak-anak justru menjadi pelopor pelanggaran aturan yang telah ditetapkan. Kalian adalah putra-putri terbaik Lombok Utara, manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” pesannya.

Lebih lanjut, ia optimistis program Gemercik akan memberikan dampak jangka panjang bagi daerah. Bahkan, menurutnya, para peserta kelak berpotensi menjadi generasi penerus yang mengisi berbagai posisi strategis di pemerintahan maupun masyarakat.

Sementara itu, Ketua Yayasan PLAN International Indonesia area NTB Sabaruddin menjelaskan bahwa Program Gemercik dirancang berlangsung sekitar tujuh bulan, dengan peluang untuk diperpanjang sesuai evaluasi dan kebutuhan daerah.

Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta ke Lombok Utara guna berdiskusi langsung dengan jajaran pemerintah daerah terkait pelaksanaan dan pengembangan program Gemercik.

“Program serupa telah kami laksanakan di Kabupaten Lombok Barat dan hasilnya cukup signifikan, di mana angka perkawinan anak berhasil ditekan. Kami berharap Lombok Utara dapat meraih capaian yang sama,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....