Wabup Lombok Timur Buka IKMM Mengabdi 2026 di Masbagik

  • 26 Jan 2026 14:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, secara resmi membuka kegiatan Ikatan Keluarga Mahasiswa Masbagik (IKMM) Mengabdi 2026, Senin 26 Januari 2026. Acara pembukaan berlangsung di Aula Kantor Kepala Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik.

Kegiatan IKMM Mengabdi 2026 mengusung tema “Membangun Kesadaran Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, dan Lingkungan sebagai Fondasi Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik yang Berkelanjutan”. Program ini menjadi wadah pengabdian mahasiswa untuk terjun langsung mendampingi dan memberdayakan masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Wabup Lombok Timur menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung transformasi pendidikan serta upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Timur. Ia menilai, masa pengabdian IKMM selama dua minggu merupakan durasi yang cukup panjang dan efektif untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Desa Lendang Nangka Utara.

“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Dengan pengabdian yang terencana dan terukur, saya yakin kehadiran adik-adik mahasiswa mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Wabup.

Pada kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan keterbukaan Pemerintah Daerah terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa.

“Bupati telah menegaskan, silakan demo sebanyak-banyaknya. Kami bahkan menugaskan pejabat eselon II untuk mencatat setiap tuntutan. Untuk hearing atau audiensi, kami terbuka kapan saja selama tidak sedang di luar daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lendang Nangka Utara, Moh. Tahir, berharap kehadiran mahasiswa IKMM dapat memberikan perspektif dan pemahaman baru bagi masyarakat, khususnya dalam mengedukasi warga yang rentan terhadap praktik pernikahan usia dini. Ia mengungkapkan bahwa salah satu persoalan yang masih dihadapi desa adalah tingginya angka pernikahan dini, selain dampak perubahan iklim yang turut memengaruhi sektor pertanian.

“Kami berharap mahasiswa bisa membantu memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar lebih memahami dampak jangka panjang dari pernikahan dini,” ujarnya.

Di sisi lain, Pembina IKMM, Akmaludin Sya’bani, menekankan pentingnya dua kemampuan dasar yang harus dimiliki mahasiswa dalam menjalani pengabdian. Menurutnya, mahasiswa harus mampu melahirkan ide dan gagasan yang diwujudkan dalam karya nyata maupun karya ilmiah, serta mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

“Ilmu tidak cukup hanya didiskusikan, tetapi harus diaplikasikan. Kedua kemampuan ini akan sangat bermanfaat saat mahasiswa terjun langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Melalui program IKMM Mengabdi 2026 ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tentunya dalam mendorong pembangunan Desa Lendang Nangka Utara yang lebih berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....