Isra Mi’raj di Balik Jeruji, Iman_Warga Binaan Dikuatkan
- 24 Jan 2026 19:38 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID., Lombok Barat - Suasana religius terasa berbeda di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lombok Barat, Kamis 22 Januari 2026. Di tempat yang identik dengan pembinaan hukum itu, nilai-nilai spiritual justru tumbuh melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar secara khidmat.
Bertempat di Masjid Al-Akbar Lapas Lombok Barat, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam membangun kesadaran batin dan keteguhan iman selama menjalani masa pidana.
Mengusung tema “Meneladani Perjalanan Spiritual Rasulullah SAW untuk Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa”, peringatan Isra Mi’raj diikuti warga binaan muslim bersama jajaran petugas lapas dalam suasana penuh ketenangan dan refleksi diri.
Dalam kesempatan itu, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Ustadz Muhammad Nahrowi, hadir menyampaikan tausiyah keagamaan. Ia mengajak seluruh peserta memaknai Isra Mi’raj bukan hanya sebagai peristiwa sejarah, melainkan sebagai pesan perubahan hidup bagi setiap manusia.
Menurutnya, perjalanan agung Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa keimanan tidak dibatasi oleh ruang dan keadaan. Bahkan dalam kondisi sulit sekalipun, setiap insan tetap memiliki peluang untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali mendekat kepada Allah SWT.
“Isra Mi’raj mengajarkan perubahan sejati lahir dari hubungan yang kuat dengan Allah. Siapa pun, di mana pun berada, selalu diberi kesempatan untuk bertobat dan menata ulang hidupnya,” tuturnya di hadapan warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Lombok Barat melalui Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, M. Pauzan, menegaskan peringatan hari besar keagamaan menjadi bagian penting dari strategi pembinaan berkelanjutan.
Ia menyebut, pembinaan kerohanian tidak hanya bertujuan mengisi waktu, tetapi menjadi fondasi dalam membentuk karakter, kedewasaan sikap, serta kesiapan mental warga binaan sebelum kembali ke tengah masyarakat.
“Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi bekal moral bagi warga binaan agar kelak mampu menjalani kehidupan yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Lebih lanjut, Pauzan menekankan bahwa pendekatan spiritual menjadi salah satu kunci dalam proses rehabilitasi sosial, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan yang mengedepankan perubahan perilaku, bukan semata-mata hukuman.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut pun menjadi ruang refleksi bersama, hijrah tidak selalu tentang berpindah tempat, melainkan keberanian memperbaiki hati, sikap, dan masa depan.
Di balik jeruji, nilai-nilai keimanan terus ditanamkan, menumbuhkan harapan baru agar ketika waktunya tiba, para warga binaan dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih sadar, lebih kuat, dan lebih bermakna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....