Alun-Alun Lombok Utara Hampir Rampung Jelang Tahun Baru

  • 31 Des 2025 18:22 WIB
  •  Mataram

KBRN, Lombok Utara: Pembangunan Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasuki tahap akhir dan ditargetkan segera dapat dima/nfaatkan masyarakat. Proyek ruang publik yang digadang menjadi ikon baru daerah ini mencatat progres signifikan, dengan tahap pertama hampir seluruhnya terselesaikan menjelang akhir Desember.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Lombok Utara, Rangga Wijaya, menjelaskan bahwa progres fisik tahap pertama pembangunan alun-alun telah mencapai 97 persen. Tahapan ini meliputi pembangunan plaza utama serta akses jalan masuk kawasan. Serah terima pekerjaan atau provisional hand over (PHO) ditargetkan terlaksana pada 25 Desember, sehingga alun-alun dapat digunakan masyarakat saat pergantian tahun.

Rangga menyebutkan, pembangunan alun-alun dirancang dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada 2025 dengan fokus pada area inti dan infrastruktur dasar, sementara tahap kedua direncanakan berlanjut pada 2026, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah.

Meski pekerjaan fisik berjalan relatif cepat, pembukaan akses jalan masuk menjadi tantangan terbesar. Bangunan Koramil yang berada tepat di jalur akses harus dibongkar, namun prosesnya memerlukan persetujuan berjenjang karena status bangunan sebagai aset vertikal negara. Persetujuan harus diperoleh dari Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, hingga Kementerian Keuangan.

“Hampir dua bulan pekerjaan sempat terhenti karena menunggu penghapusan aset dari KPKNL,” ujar Rangga saat ditemui, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, koordinasi intensif bersama jajaran Kodim menjadi kunci percepatan. Komunikasi aktif hingga ke tingkat pusat akhirnya membuahkan hasil, sehingga izin pembongkaran dapat diterbitkan dan akses jalan masuk alun-alun terbuka.

Di lapangan, penyelesaian pekerjaan fisik terus dikebut. Sebagian besar item utama telah rampung, menyisakan pekerjaan minor seperti pemasangan batu sikat di trotoar, penambahan vegetasi, penyelesaian lampu dekoratif, serta perapian timbunan di sisi timur kawasan.

Salah satu elemen yang menjadi daya tarik adalah area tangga bergelombang yang dirancang sebagai ikon alun-alun. Saat ini, area tersebut tengah dipasangi sistem pencahayaan khusus yang akan menampilkan efek ombak pada malam hari.

Perhatian juga tertuju pada gapura utama alun-alun yang menggunakan kulit batu impor dari India. Material tersebut dipilih karena tidak tersedia di dalam negeri dan dipadukan dengan sistem lampu internal yang menonjolkan motif berlapis saat malam hari. Untuk memastikan kualitas, tim teknis bahkan melakukan kunjungan ke kantor perwakilan produsen di Tangerang.

Selain itu, kursi-kursi dengan konsep ala Malioboro akan melengkapi area plaza. Furnitur tersebut menggunakan ornamen besi ukir dan kayu solid, meski saat ini masih menunggu proses pengiriman.

Dalam waktu dekat, sebuah videotron berukuran besar juga akan dipasang di kawasan tersebut. Namun, fasilitas ini bukan bagian dari proyek alun-alun, melainkan milik Bapenda KLU. Keberadaannya diharapkan dapat memperkuat kesan modern kawasan pusat kota.

Hingga kini, kontraktor masih menyelesaikan detail akhir, termasuk penyempurnaan pencahayaan gapura dan taman, penanaman vegetasi tambahan, serta pembersihan area bekas bangunan Koramil. Seluruh pekerjaan minor dijadwalkan rampung sebelum 25 Desember.

Terkait tahap kedua pembangunan, Rangga menjelaskan bahwa pelaksanaannya pada 2026 masih menunggu kepastian alokasi anggaran. Pemerintah daerah saat ini tengah menyesuaikan postur keuangan menyusul pemotongan dana transfer pusat dan kebutuhan prioritas lain, seperti pembangunan akses jalan ke sekolah rakyat serta infrastruktur pendukung.

Meski demikian, ia optimistis alun-alun tahap pertama segera dapat dinikmati masyarakat. Ruang publik baru ini diharapkan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus lokasi perayaan malam pergantian tahun di Kabupaten Lombok Utara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....