Wastra NTB yang Mendunia,Tampil di Istana Dalam Loka
- 23 Okt 2025 08:16 WIB
- Mataram
KBRN. Mataram: Ahmad Nuralam, Kepala Museum NTB, memberi apreasiasi kepada masyarakat Sumbawa atas dua koleksi mereka, yaitu "cipocila" dan "kre alang Maraja Sangaji", yang telah diakui secara internasional.
Hal ini disampaikan saat pembukaan pameran Keliling Wastra Kre Alang yang diselenggarakan oleh Museum NTB bekerja sama dengan Museum Daerah Sumbawa dan Museum Bala Daturanga di Istana Dalam Loka, Sumbawa, pada Rabu (22/10/25).
Menurut Nuralam, dua koleksi tersebut pernah berperan dalam mempromosikan kebudayaan Indonesia di seluruh dunia saat tampil di Islamic Arts Biennale, pameran peradaban global di Jeddah, Arab Saudi, dari 25 Januari hingga 25 Mei 2025.
“Ini merupakan kebanggaan bagi kita semua. Hasil pemikiran perempuan-perempuan Sumbawa ternyata mendapat apresiasi di level internasional. Dua koleksi yang kami bawa kali ini pernah menjadi bagian dari promosi kebudayaan yang dilakukan Indonesia. Kebetulan kami mewakili Indonesia di ajang pameran peradaban Islam terbesar di dunia,” ujar Nuralam.

Kre Alang dan Cipocila di Islamic Arts Biennale, Jeddah, Arab Saudi. Foto. RRI/Humas Museum NTB
Ia menjelaskan, "cipocila" ini dahulu dikenakan oleh putri-putri Sumbawa sekitar 100 hingga 200 tahun lalu, serta kre alang Raja Sangaji merupakan salah satu wastra tertua yang dimiliki Museum NTB.
Kre Alang tersebut, lanjutnya dibuat pada abad ke-18 saat pernikahan antara Putri Mahkota Raja Sumbawa dengan Putra Mahkota Kesultanan Bima.
“Kedua wastra ini menjadi bukti betapa tingginya peradaban dan kekayaan ekspresi budaya masyarakat Sumbawa,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....