Wajah Budaya NTB di MotoGP Mandalika 2025

  • 03 Okt 2025 06:43 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Wajah identitas budaya NTB turut menyemarakkan gelaran MotoGP Mandalika 2025 yang tengah berlangsung dengan kehadiran Lombok-Sumbawa Museum of Civilization yang diresmikan Kamis (2/10/2025).

Lombok-Sumbawa Museum of Civilization yang terletak di Pertamina Mandalika International Circuit tersebut menampilkan tiga kategori koleksi yaitu historical, seni rupa, dan wastra yang menggambarkan peradaban masyarakat NTB.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa partisipasi museum ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan warisan budaya, sejarah, dan peradaban masyarakat Lombok–Sumbawa kepada wisatawan domestik maupun mancanegara yang hadir di arena balap.

“Kehadiran Lombok Sumbawa Museum of Civilization di MotoGP Mandalika merupakan upaya untuk mempertemukan sport tourism dengan cultural tourism,” ujarnya.

Dalam pameran yang digelar 2-5 Oktober 2025 tersebut, Museum NTB menampilkan miniatur tiga dimensi letusan Gunung Samalas-Rinjani dan Tambora, Tembe Nggoli yang merupakan kain khas Bima, Kre Alang khas Sumbawa, Arca Siwa Mahadewa, hingga naskah Babat Lombok yang menceritakan letusan Gunung Samalas pada abad ke-13.

Yunita, Tim Museum NTB menjelaskan Maket Salamas-Rinjani pada wisatwan asing yang mengunjungi Museum of Civilization di Pertamina Mandalika International Circuit, Kamis (2/10/2025). Foto/RRI/Humas Museum NTB.

Melalui pameran yang berlangsung pada 2-5 Oktober 2025 tersebut, Museum NTB ingin menunjukan bahwa Lombok dan Sumbawa tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya yang mendalam.

“Jadi sport tourism tidak boleh berdiri sendiri. Ia harus ditopang oleh kekayaan budaya lokal agar wisatawan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga merasakan pengalaman otentik tentang siapa kita, dan apa tradisi kita," jelasnya.

Nuralam berharap agar Museum Lombok Sumbawa of Civilization dapat menjadi jembatan edukasi budaya, ruang dialog identitas, serta medium promosi di tengah pegelaran event motoGP.

“Jadi kita berharap museum ini akan menjadi lebih permanen sesuai keinginan bapak Gubernur NTB,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....