Pemkot Mataram Dorong UMKM dan PKL Lebih Berkembang
- 18 Jun 2025 18:52 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL), bukan hanya agar mampu bertahan di tengah dinamika ekonomi, tetapi juga untuk berkembang secara berkelanjutan.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana menyatakan bahwa sektor informal merupakan tulang punggung utama ekonomi lokal, dan harus mendapatkan afirmasi kebijakan yang lebih kuat. "Pendekatan ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memperkuat struktur ekonomi kota secara menyeluruh." Jelasnya Rabu (18/6/2025).
Langkah ini sejalan dengan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Mataram, yang menunjukkan bahwa sektor perdagangan, perbengkelan, dan otomotif menjadi penyumbang tertinggi perekonomian daerah, dengan kontribusi sebesar 21,63 persen.
"Ini mengindikasikan bahwa denyut utama perekonomian kota memang bersumber dari sektor-sektor yang banyak digerakkan oleh pelaku UMKM dan PKL." Katanya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kota Mataram, hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 33.967 pelaku UMKM telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Sementara itu, data dari Asosiasi PKL NTB mencatat terdapat sekitar 700 PKL yang beraktivitas di wilayah Kota Mataram. Keberadaan mereka tersebar di berbagai sektor mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga jasa berbasis digital.
"Keragaman inilah yang membentuk fondasi ketahanan ekonomi lokal Mataram di tengah ketidakpastian global." Ujarnya.
Pemerintah Kota Mataram juga menargetkan penciptaan 5.000 wirausaha baru dalam lima tahun ke depan. Program ini diarahkan terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran dan membangun kemandirian ekonomi warga.
"Ini merupakan prioritas bersama Wakil Wali Kota, dengan harapan lahirnya generasi baru wirausaha yang siap menghadapi tantangan zaman." Imbuhnya.
Wali Kota Mataram menginginkan tidak hanya menjadikan UMKM dan PKL sebagai objek pemberdayaan, melainkan sebagai subjek utama dalam roda pembangunan ekonomi. "Semua ini bertujuan agar pelaku ekonomi mikro tidak sekadar bertahan, tetapi juga naik kelas dan berdaya saing di pasar yang semakin terbuka." Pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....